JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Puncak peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-75 Provinsi Kalimantan Selatan berlangsung meriah di lingkungan Kantor Pemprov Kalsel di Banjarbaru, Kamis (14/8/2025).
Kegiatan ini dihadiri langsung Gubernur H. Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman beserta istri, Sekretaris Daerah Muhammad Syarifuddin, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta para bupati dan wali kota.
Gubernur mengungkapkan harapan agar tema peringatan tahun ini bisa terwujud, yakni “Bagawi Tuntung, Banua Bauntung, Masyarakat Himung”.
“Artinya kita berharap tidak ada hambatan, semua rencana untuk memajukan Kalsel ke arah yang lebih baik dapat berjalan lancar dan optimal,” ujarnya pada awak media usai kegiatan.
Haji Muhidin juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang sedang dan akan dikerjakan, di antaranya pembangunan Jembatan Pulau Laut Kotabaru yang diharapkan mendapat dukungan dari pemerintah pusat. Kemudian pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dengan dukungan pihak swasta, serta rencana pembangunan Stadion 17 Mei bertaraf internasional.
Dirinya pun menegaskan pentingnya dukungan semua pihak untuk keberhasilan program-program tersebut.
“Kami minta masukan dan dukungan dari masyarakat serta pihak terkait, untuk bersama-sama mendukung pembangunan Kalsel,” tambah H. Muhidin.
Pada sambutan di hadapan para tamu undangan, Gubernur didampingi wakilnya juga mengajak seluruh masyarakat untuk bergembira dan bersyukur atas perjalanan panjang provinsi ini.
“Dirgahayu Provinsi Kalimantan Selatan, semoga kita semua diberi kesehatan untuk terus bekerja dan berkarya demi kemajuan daerah tercinta,” ucap H. Muhidin.
Dirinya juga menegaskan pentingnya mengenang jasa para pejuang dan pendahulu, serta meneguhkan kembali semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, alim ulama, tokoh agama, pemuda, hingga rakyat Kalsel dalam membangun daerah.
Selain itu, Gubernur menyebut Kalsel kini berada di jalur kemajuan. Beberapa indikator pembangunan menunjukkan hasil positif, seperti surplus beras selama belasan tahun, tidak ada lagi desa tertinggal, tingkat kemiskinan dan pengangguran rendah, indeks pembangunan manusia meningkat, dan ekonomi daerah tumbuh di berbagai sektor.
Tidak hanya itu, Kalsel juga menjadi provinsi tercepat di Indonesia dalam mengusulkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2025–2029. Provinsi ini pun menorehkan prestasi internasional, dengan ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark Meratus, serta memperoleh penghargaan dari berbagai lembaga nasional, termasuk apresiasi dari pemerintah pusat atas kebijakan Desa Anti-Maladministrasi.
Oleh karena itu, momen peringatan ini juga dimanfaatkan Gubernur untuk menyerukan aksi nyata menjaga lingkungan. Dirinya mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, demi mencegah kebakaran hutan dan lahan yang masih menjadi ancaman.
“Kita jaga lahan kita bersama, hindari membuka lahan dengan membakar, ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya.
Selanjutnya Gubernur menerangkan, di bidang ketahanan pangan, telah diberikan apresiasi kepada para petani muda yang terus menanam jagung dan mengelola lahan pertanian secara produktif.
Selain itu, Pemprov Kalsel juga memberikan sertifikat halal gratis bagi para pelaku UMKM, sebagai bentuk dukungan atas implementasi kebijakan nasional, bahwa seluruh produk UMKM harus berlabel halal pada tahun 2026.
“Kalsel juga kini memiliki Pusat Pelayanan Kemasan Provinsi, untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis yang mulai dijalankan tahun ini,” beber H. Muhidin.
Pada puncak kegiatan ini, turut diserahkan penghargaan pada kabupaten/kota yang menyelesaikan pembentukan Koperasi Merah Putih, penghargaan aksi konvergensi tengkes, capaian tertinggi investasi di Kalimantan Selatan, dan lainnya.
(Ih/Ahmad M)














