JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, membuka Kejuaraan Jiujitsu Wali Kota Cup di Aula Kayuh Baimbai, Sabtu (22/8/2026). Kejuaraan tersebut diikuti 104 atlet dari sejumlah daerah, termasuk peserta dari Kalimantan Timur dan Australia.
Kehadiran atlet mancanegara menjadikan kejuaraan tersebut tidak hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi kesempatan bagi atlet lokal untuk menambah pengalaman bertanding menghadapi peserta dari luar daerah maupun luar negeri.
Yamin mengapresiasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pembinaan olahraga di Kota Banjarmasin. Menurutnya, kompetisi menjadi salah satu ruang penting bagi atlet muda untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Kami berharap kejuaraan ini bisa menjadi wadah untuk mencari dan membina atlet-atlet jiujitsu terbaik dari Banjarmasin, sehingga nantinya mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujar Yamin.
Ia menegaskan, prestasi olahraga tidak dapat diraih secara instan. Para atlet membutuhkan latihan secara konsisten, disiplin, serta mental bertanding yang kuat untuk mencapai prestasi.

Selain prestasi, Yamin juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam olahraga jiujitsu. Cabang olahraga tersebut mengandalkan berbagai teknik, termasuk bantingan dan kuncian, sehingga atlet harus memahami teknik dan aturan pertandingan dengan baik.
“Dalam pertandingan seperti ini, keselamatan harus menjadi perhatian. Atlet harus disiplin mengikuti aturan dan menguasai teknik dengan benar agar olahraga ini bisa berkembang dengan baik,” tambahnya.
Kejuaraan Jiujitsu Wali Kota Cup diharapkan tidak berhenti sebagai ajang kompetisi, tetapi menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Kota Banjarmasin.
Kehadiran 104 atlet, termasuk peserta dari Kalimantan Timur dan Australia, sekaligus menunjukkan semakin luasnya minat terhadap olahraga jiujitsu. Pemerintah Kota Banjarmasin berharap momentum tersebut dapat memperkuat ekosistem olahraga sekaligus membuka peluang lahirnya atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional.
(Hik/Ang)













