JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) program kerja MUI Kalimantan Selatan di Kompleks Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Kamis (17/9/2026).
Monev berlangsung selama dua hari, 17-18 September 2026, untuk mengukur capaian program kerja MUI Kalsel selama dua tahun terakhir serta mengidentifikasi kendala dan perbaikan yang diperlukan.
Tim Monev MUI Pusat terdiri dari Dr. H. Rahmat Hidayat, SE., MT., Hj. Emamatul Qudsyiah, S.Ag., dan Dr. H. Yayat Sujakna.
Tim Monev MUI Pusat, Dr. H. Rahmat Hidayat, mengatakan evaluasi dilakukan untuk melihat capaian program dan kendala yang dihadapi.
“Kalau belum tercapai, kita lihat masalah dan perbaikannya,” ujarnya.
Menurutnya, Monev kali ini juga menyoroti pentingnya digitalisasi dalam menghadapi tantangan organisasi. Evaluasi idealnya dilakukan setiap tahun, namun karena pertimbangan biaya dilaksanakan dua tahun sekali.
“Pada Monev sebelumnya, kinerja MUI Kalsel secara umum bagus, dengan nilai rata-rata di atas 80,” katanya.
Ketua Umum MUI Kalsel KH. Ahmad Syairaji menyambut baik Monev tersebut. Ia berharap evaluasi menjadi bahan pembinaan dan perbaikan organisasi.
“Kami berharap mendapat bimbingan dan pengawasan agar MUI Kalsel semakin baik,” ujarnya.
Syairaji mengatakan dirinya baru sekitar enam bulan menjabat sebagai Ketua Umum MUI Kalsel. Menurutnya, Monev menjadi momentum untuk mengetahui hal-hal yang masih perlu diperbaiki.
Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalsel Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Rusma Khaizairin, menegaskan dukungan Pemprov Kalsel terhadap kegiatan tersebut.
“Pemprov Kalsel terus bersinergi dan mendukung MUI,” ujarnya.(YUN)













