JURNALKALIMANTAN.COM, KOTAWARINGIN TIMUR – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memburuk di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, mendorong Human Initiative memperkuat aksi kemanusiaan melalui program Indonesia Melawan Asap.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi dampak buruk kualitas udara, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia).
Dalam aksi tanggap darurat tersebut, Human Initiative menerjunkan relawan dan tenaga medis, untuk memberikan pemeriksaan kesehatan gratis, obat-obatan, edukasi kesehatan, pembagian masker, hingga Pemberian Makanan Tambahan (PMT).
Layanan kesehatan diberikan agar warga dapat mengetahui kondisi kesehatannya sekaligus memperoleh informasi mengenai langkah pencegahan dampak paparan asap. Sementara masker dibagikan sebagai perlindungan bagi masyarakat, khususnya warga dan pekerja yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan.
Dukungan juga diberikan melalui PMT untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi dan menjaga daya tahan tubuh kelompok yang dinilai paling rentan terhadap dampak kabut asap.
Direktur Human Initiative Borneo, Yeni Kartika Dewi, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan masyarakat.
“Lewat aksi ini, kami tidak hanya membagikan masker dan obat, tetapi juga memastikan gizi kelompok rentan tetap terjaga melalui pemberian PMT. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat Kotim untuk meringankan beban mereka di situasi sulit ini,” ujarnya melalui siaran pers, Jum’at (11/9/26).
Menurutnya, aksi Indonesia Melawan Asap merupakan bentuk gotong royong sekaligus respons cepat untuk membantu masyarakat menghadapi ancaman bencana ekologis.
Human Initiative berharap kolaborasi bersama relawan, komunitas, donatur, dan berbagai pihak dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri selama kualitas udara memburuk.
Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan serta memperhatikan kondisi kesehatan, terutama bagi kelompok rentan yang memiliki risiko lebih tinggi terdampak paparan asap.
Human Initiative turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan, komunitas, donatur, dan pihak yang terlibat dalam aksi Indonesia Melawan Asap, menjadi bagian dari upaya bersama menjaga kesehatan masyarakat di tengah krisis kabut asap.
Diketahui Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sebelumnya menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Karhutla sejak Agustus hingga September.
Bahkan, pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di wilayah Kotawaringin Timur sempat berada pada kategori hitam atau sangat berbahaya akibat tingginya paparan asap.
(Rilis/Ang)













