JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Fitur Always-on Display (AoD) di smartphone sering dianggap dapat merusak layar karena layar tetap menampilkan informasi meski dalam kondisi terkunci. Namun, benarkah demikian?
Secara umum, AoD tidak merusak layar smartphone secara langsung. Fitur ini tidak menyebabkan kerusakan fisik seperti layar retak atau tidak responsif.
Meski begitu, penggunaan AoD pada layar berbasis OLED berpotensi meningkatkan risiko burn-in, yakni kondisi ketika bayangan gambar statis tertinggal di layar akibat piksel yang terus menyala dalam waktu lama.
Selain itu, AoD juga tetap mengonsumsi daya baterai. Dalam penggunaan jangka panjang, pengurangan daya bisa terasa meski tidak signifikan pada setiap jamnya.
Untuk meminimalkan risiko, pengguna disarankan mengatur AoD agar tidak selalu aktif, menurunkan tingkat kecerahan, serta menghindari tampilan widget yang terlalu banyak atau statis.
Fitur AoD sendiri umumnya hadir pada smartphone dengan layar OLED atau AMOLED yang lebih efisien dalam menampilkan warna hitam. Pada beberapa perangkat entry level dengan panel IPS, fitur ini juga tersedia, namun konsumsi baterainya cenderung lebih tinggi.
Fungsi utama AoD adalah menampilkan informasi penting seperti jam dan notifikasi tanpa harus menyalakan layar sepenuhnya, sehingga pengguna tetap bisa memantau informasi secara cepat.
Dengan demikian, AoD bukan fitur yang merusak layar, melainkan memiliki risiko penggunaan yang perlu diatur agar tetap aman dan efisien. (Viz)













