JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi atau Paman Yani, mendorong pemanfaatan bekas lubang tambang sebagai tempat penampungan air untuk mendukung mitigasi bencana di Kalsel.
Gagasan tersebut muncul dalam diskusi Komisi II bersama mantan Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel yang telah purna tugas, Sulkan kemarin.
Dalam pertemuan itu, dibahas tata kelola air untuk menghadapi musim kemarau, karhutla, hingga potensi banjir saat musim hujan.
Menurut Paman Yani, pemanfaatan bekas lubang tambang dapat menjadi alternatif pembangunan infrastruktur penampungan air yang lebih efisien. Bahkan, biaya pembangunannya dinilai berpotensi ditekan hingga sekitar 70 persen dibandingkan pembangunan bendungan konvensional.
“Bekas lubang tambang bisa kita manfaatkan sebagai penampungan air,” ujar Paman Yani.
Ia menilai langkah tersebut penting mengingat banyaknya kawasan hutan dan perbukitan di Kalsel yang terdampak kebakaran. Kondisi itu dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan air saat musim kemarau serta meningkatkan risiko banjir ketika musim hujan.
Selain untuk memenuhi kebutuhan air, penampungan tersebut dapat dimanfaatkan untuk pengendalian banjir dan mendukung penanganan karhutla.
“Kita perlu memperkuat mitigasi bencana melalui tata kelola air,” katanya.
Paman Yani mengatakan gagasan tersebut telah mendapat dukungan secara kolektif dari anggota Komisi II.
Selanjutnya, pihaknya akan mengupayakan agar konsep tersebut masuk dalam Prolegda untuk dikaji lebih lanjut sebagai bahan ranperda inisiatif DPRD Kalsel. (YUN)













