JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim), rencanakan membangun 12 unit hunian sementara (Huntara) untuk warga terdampak banjir.
Saat ini sudah ada 2 unit yang sedang dalam proses pembangunan, pertama di Desa Baru, Kecamatan Batu Benawa, dan satunya di Desa Alat, Kecamatan Hantakan.
“Di Desa Baru sudah 80% pembangunannya. Untuk di Desa Alat, masih dalam proses pematokan,” kata Ahmad Syafaat, Kepala Bidang Perumahan dan Kawasan Permukiman Disperkim HST.

Sedangkan unit lainnya, ditargetkan dibangun di Desa Bulayak, 2 unit di Desa Batu Tunggal, satu unit di Desa Hantakan, 2 unit lagi di Desa Alat, satu unit di Desa Arangani, dan 3 unit lagi di Desa Baru.
Huntara ini sepenuhnya berbahan baja ringan dan untuk lantainya menggunakan multiplek.
Pembangunan satu unit huntara diperkirakan membutuhkan waktu selama 7—8 hari, dengan perkiraan biaya Rp75 juta per unit.
“Untuk pembangunan huntara di Desa Baru sudah memasuki hari keenam. Hari ini (Rabu, 10/02) rencananya memasang dinding kalsiboard,” lanjutnya
Ditambahkannya, bahan-bahan untuk pembangunan dipilih yang terbaik, agar nantinya bisa dimanfaatkan kembali setelah bantuan hunian tetap sudah dibangun.
“Setelah hunian tetap bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana turun dan selesai dibangun, seluruh bangunan ini nantinya akan diwakafkan untuk pembangunan fasilitas umum, seperti langgar, musala, pesantren, dan sekolah,” tutupnya.














