Hadapi Pemilu 2024, Polda Kalsel Ajak Jemaah Musala Al Hajjah Fatimah Samhah Kotabaru Bersama Jaga Kamtimbas

Suasana kajian bersama jemaah Musala Al Hajjah Fatimah Samhah

JURNALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan kembali menguatkan sinergi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat, dalam rangka mencegah sikap intoleran dan masuknya paham radikal, menjelang Pemilu 2024.

Kali ini pihaknya bersilaturahmi bersama jemaah Musala Al Hajjah Fatimah Samhah, di Kabupaten Kotabaru. Kedatangan rombongan diterima pengurus dan jemaah musala, sekaligus menghadiri kajian Islam bakda Subuh.

Mengupas Kitab Aqidah Kasyfu Syubhat (menyingkap kerancuan), kajian disampaikan Ustaz Baginda Hasan Fahriansyah Hafidzhahullah. Ia menjelaskan tentang tauhid, yaitu bagaimana mengesakan Allah pada hal yang menjadi kekhususan Allah.

Di sela kajian, Ust. Hasan juga berpesan kepada jemaah, agar tetap menjaga diri untuk tidak terpengaruh dengan situasi perpolitikan, terlebih saat ini sudah ramai berita-berita saling menghujat, ujaran kebencian, dan lainnya di media massa maupun sosial.

“Kita sebagai umat Islam cukup membekali diri dengan ilmu. Silakan siapapun yang akan menjadi pemimpin negeri ini, itulah yang harus kita patuhi,” tuturnya.

Sementara itu, Polda Kalsel yang diwakili Pembantu Unit Subdirektorat Keamanan Negara Direktorat Intelijen Keamanan Iptu Agus Murti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada pengurus dan jemaah musala, atas diterimanya silaturahmi mereka, dan menyanjung kajian rutin yang selama ini berjalan.

“Kami berpesan untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan di wilayah Kalsel, agar aman dan kondusif serta membantu dalam menanggulangi sikap intoleran, radikalisme, dan terorisme, guna terciptanya stabilitas kamtibmas menjelang Pemilu 2024,” ungkapnya kepada jurnalkalimantan.com, Senin (28/8/23).

Iptu Agus Murti juga mengajak agar jangan lengah dan selalu waspada terhadap masuknya paham radikal.

“Sebentar lagi musim kampanye Pemilu 2024, jangan sampai situasi itu menjadikan lingkungan keluarga hingga tempat tinggal kita terpapar bahaya paham itu,” pungkasnya.