JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Fenomena politik uang sering dikhawatirkan terjadi dalam pelaksanaan pemilu, sebagai momen menggoda masyarakat, dengan iming-iming uang sebagai salah satu strategi tokcer mendongkrak suara.
Meskipun demikian, masih banyak caleg atau tim sukses yang tidak mau melakukan politik uang, karena dianggap memberikan pendidikan politik tidak sehat.
“Tak hanya itu, praktik tersebut juga dinilai merusak perilaku masyarakat untuk terbiasa dan menganggap biasa praktik-praktik yang diduga memuluskan memenangkan calon tertentu,” ungkap Caleg Partai Nasdem asal Banjarmasin Helmi Rifai, S.H. kepada jurnalkalimantan.com, Senin (5/2/24).
Menyikapi itu, ia mengaku punya cara berbeda untuk menggaet suara dalam Pemilu 2024, bahkan optimis bisa bersaing dengan petahana.
“Amanah masyarakat yang merindukan sosok wakil rakyat berkualitas dan amanah, membuat ulun menempuh jalan ini. Ulun tidak tega melakukan tindakan berlebihan hanya untuk bisa menembus Rumah Banjar, cukup berbuat baik, memegang teguh amanah masyarakat, dan selebihnya menyerahkan keputusan memilih kepada rakyat. Kalau mereka ikhlas dan suka, alhamdulillah memilih ulun,” tutur Caleg yang bertarung untuk DPRD Kalsel Dapil Banjarmasin ini.
Kendati begitu, Helmi yang dikenal publik dengan panggilan “Helmi Caleg Pian” ini optimis bisa meraup suara. Bahkan, dirinya tak gentar saat lumbung suara diperebutkan caleg-caleg yang berlaga di gelanggang pemilu.
Sebab dirinya terus mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menggalang kebersamaan dengan masyarakat yang menginginkan perubahan, agar nantinya bisa menyampaikan dengan baik aspirasi rakyat.
“Ulun akan membangun dan merubah paradigma yang sepantasnya dan berada di kepentingan orang banyak. Tentu butuh dukungan mereka yang menginginkan perubahan dan kehadiran wakil rakyat yang menguntungkan masyarakat. Sekali lagi, ulun bergerak apa adanya, tak memilih mengikuti jalur praktis money politic. Biarlah masyarakat menilai dan memilih siapa calon terbaiknya,” ujar Caleg yang dikenal dekat dengan masyarakat pinggiran tersebut.
Helmi yang sehari-hari seorang advokat dan pengusaha ini, menyadari jalan yang ia tempuh bukan jalan yang mudah. Namun ia yakin, dukungan masyarakat membuatnya optimis untuk terus berikhtiar dan melakukan yang terbaik.
“Terus berikhtiar tiada henti dengan niat perjuangan yang tulus serta melakukan yang terbaik. Sekali lagi mohon doa pian barataan, ulun ikhlas melangkah untuk membawa kepentingan pian-pian kelak di parlemen,” pungkasnya.














