Kasus Dugaan Korupsi Sekretariat DPRD Banjarbaru Masuk Tahap Penyidikan

korupsi sekretariat dprd banjarbaru
Kepala Kejari Banjarbaru, Andri Irawan, berikan keterangan kepada awak media

Dijelaskan Andri, dugaan korupsi di sekretariat lembaga wakil rakyat ini berawal dari laporan masyarakat. Bahwa ada dugaan kejanggalan dalam pengadaan alat penunjang untuk 30 anggota DPRD Banjarbaru.

Setelah dilakukan penyelidikan secara mendalam. Diduga kuat bahwa spesifikasi barang yang dipesan dan didatangkan mengalami downgrade (penurunan).

“Jadi dugaan kasusnya bahwa pengadaan barang yang dugaan tidak sesuai spesifikasi. Nah ini yang sedang kita dalami,” kata Kepala Kejari Banjarbaru.

Spesifikasi iPad yang bakal dibeli oleh Sekretariat DPRD Banjarbaru seharusnya tipe iPad Pro 12. Sementara yang dibeli adalah tipe spesifikasi yang lebih rendah yakni iPad Pro 11. Pengadaan ini disebut-sebut mencapai alokasi anggaran lebih dari 500 juta rupiah yang bersumber APBD tahun anggaran 2020.

“Untuk modus dan besaran kerugian uang negara masih kita lakukan pendalaman oleh penyidik Kejari Banjarbaru,” beber Andri.

Perihal penetapan tersangka Kepala Kejari tidak dapat memastikan ada berapa tersangka dalam dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Banjarbaru.

“Namun, InsyaAllah setelah lebaran nanti akan ada progres terbaru,”pungkasnya

Reporter : Wahyu
Editor     : Rian