Lewat Film Saru Dua, Kabupaten Banjar Kenalkan Wisata dan Budaya Lokal

Kepala Disbudporapar Banjar, Irwan Jaya. (Foto: Dayat)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJAR – Upaya promosi pariwisata Kabupaten Banjar terus dikembangkan dengan pendekatan kreatif dan kekinian. Salah satunya melalui produksi film cerita bertajuk Saru Dua, yang kembali digarap Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) sebagai kelanjutan dari film sebelumnya.

Berbeda dari promosi wisata konvensional, film ini mengemas potensi daerah melalui alur cerita yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Kepala Disbudporapar Irwan Jaya mengatakan, pendekatan audio visual dinilai lebih efektif dalam menarik minat penonton, sekaligus memperkenalkan kekayaan daerah.

“Melalui bidang pemasaran, kami kembali memproduksi film lanjutan Saru Dua. Film ini tetap bertujuan mempromosikan potensi wisata Kabupaten Banjar, namun disajikan dengan cerita yang lebih segar dan menghibur,” ujarnya, Jumat (19/12/2025).

Irwan menjelaskan, Saru Dua tidak hanya menampilkan keindahan destinasi wisata, tetapi juga memperkenalkan budaya, karakter, serta kebiasaan masyarakat Banjar.

Unsur tersebut ditampilkan melalui potongan kisah kehidupan sehari-hari yang dikemas ringan, bahkan diselipi unsur komedi.

“Penonton tidak hanya melihat tempat wisata, tapi juga mengenal budaya dan karakter masyarakat kita. Ada beberapa cuplikan cerita yang dibuat santai agar lebih menarik,” jelasnya.

Dibanding film sebelumnya, Saru Dua menghadirkan sejumlah pembaruan. Salah satu fokus utama adalah promosi wisata alam, khususnya kawasan Aranio yang dikenal memiliki potensi alam yang besar.

“Detail lokasinya nanti bisa dilihat langsung saat penayangan,” ungkap Irwan.

Menurutnya, film Saru Satu sebelumnya mendapat sambutan positif dari masyarakat dan jajaran pimpinan daerah. Bahkan, konsep promosi pariwisata melalui film cerita dinilai mampu memberikan pengalaman visual yang lebih kuat dibanding promosi biasa.

“Responsnya cukup baik. Dengan alur cerita, penonton seolah diajak merasakan langsung suasana wisata, bukan hanya melihat gambar destinasi,” kata Irwan.

Saat ini, seluruh proses pengambilan gambar Saru Dua telah rampung dan memasuki tahap akhir penyuntingan. Disbudporapar memastikan film tersebut akan segera siap ditayangkan dalam waktu dekat.

“Syuting sudah selesai. Sekarang proses finalisasi editing, mulai dari pencahayaan, pengisian suara, hingga perapian video. InsyaAllah segera bisa ditayangkan,” pungkasnya.

Melalui film Saru Dua, Pemerintah Kabupaten Banjar berharap promosi pariwisata dan budaya lokal dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperkuat identitas daerah melalui media kreatif.

(Dyt/Ahmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]