Lima Bangunan Terdampak Kebakaran di Kayu Tangi II, Diduga Dibakar

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kebakaran kembali terjadi, kali ini di kawasan permukiman warga di Kompleks Kayu Tangi II, Jalur 5 dan Jalur 6 RT 20 Kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Sabtu (22/7) malam.

Menurut penuturan salah seorang warga, Fery Kurniawan, saat itu dirinya sedang berada di rumahnya, kemudian ia mencium bau hangus dari arah luar rumah, dan juga melihat cahaya jingga yang terpantul dari kaca rumahnya.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Waktu saya keluar dari rumah, api sudah membesar di dalam rumah tersebut,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan, pada saat kejadian, kondisi rumah tersebut dalam kosong, lantaran penghuninya sedang keluar.

“Biasanya di rumah itu ramai, karena itu kos-kosan laki-laki yang masih mahasiswa,” paparnya.

Bahkan, kata Fery, dalam kejadian tersebut, rumah yang ia tempati juga turut terbakar.

“Rumah saya juga habis terbakar. Cuma sempat memyelamatkan surat-surat yang penting, dan juga sepeda motor saja,” pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa, dan ada 5 bangunan terdampak.

Sementara Ketua RT 20 Yuliansyah mengatakan, asal api diduga dari tengah rumah. Bahkan ia memperkirakan ada yang sengaja membakar.

“Namun ini masih belum jelas kebenarannya, beberapa pihak saat ini masih diperiksa oleh pihak kepolisan dari Polsek Banjarmasin Utara,” ujarnya.

Lebih lanjut, ucap Yuliansyah, pihaknya juga memeriksa beberapa kamera pengawas yang ada di sekitaran lokasi kejadian.

“Karena menurut penuturan atau alibi dari terduga pelaku ini saat kejadian, dirinya sedang bekerja,” urainya.

“Padahal infonya sekitar pukul 2 siang tadi juga ada rencana pembakaran di rumah tersebut, namun untungnya ada salah seorang teman penghuni kos datang, kemudian langsung memadamkan api tersebut,” lanjutnya.

Sebelum memadamkan api tersebut, papar Yuliansyah, penghuni indekos itu sempat berpapasan dengan terduga pelaku sekitar 100 meter dari indekos tersebut.

“Oleh sebab itu, yang jadi terduga pelaku itulah yang membakar kos-kosan tersebut. Terduga pelaku ini juga penghuni kos-kosan tersebut,” paparnya.

“Karena kondisi kos-kosan itu sedang kosong, kemudian terbakar, jadi kecurigaan para penghuni kos-kosan kemungkinan besar terduga pelaku yang membakar, karena sebelumnya juga beberapa kali ia mengancam kos-kosan ini mau dibakar,” sambungnya.

Ketua RT juga mengungkapkan, dari pengakuan para penghuni indekos, terduga pelaku itu memang ada perselisihan dengan penghuni indekos.

“Sehingga membuat kecurigaan mereka, kalau kos-kosan tersebut dibakar,” pungkasnya.

(Adt)

[feed_them_social cpt_id=57496]