Pasar Wadai Ramadan 2026 di Banjarmasin Hadirkan National Halal Fair dan Pasar Raya TPID

Wakil Gubernur Kalsel dan Wali Kota saat meninjau langsung lapak pedagang dengan ragam kuliner di pasar wadai ramadan 2026, Kamis (19/2). (Foto : ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Banjarmasin berkolaborasi dengan Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Bamara Festival Pasar Wadai.

Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, , bersama Wali Kota Banjarmasin, , di Kawasan Siring Nol Kilometer, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Kamis (19/2) sore.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Pembukaan festival ditandai dengan tabuhan gendang. Usai seremoni, rombongan meninjau lapak pedagang serta berbincang dengan para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam kegiatan tahunan tersebut.

Wakil Gubernur dan Wali Kota beserta istri dan jajaran Forkopimda membuka resmi Pasar Wadai Ramadan 2026.

Mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi menyampaikan bahwa Festival Pasar Wadai merupakan tradisi tahunan yang selalu dinanti masyarakat Banua.

“Ini bukan sekadar tempat mencari takjil, tetapi simbol kebersamaan dan kegembiraan masyarakat Kota Banjarmasin dan Kalimantan Selatan dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara Pemprov Kalsel dan Pemko ini menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Dengan partisipasi ratusan pelaku usaha, festival ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi kerakyatan selama Ramadan.

Menurutnya, kolaborasi tersebut sejalan dengan visi Gubernur Kalsel untuk mendorong peningkatan perputaran ekonomi dan kesejahteraan pedagang.

Sementara itu, Wali Kota Muhammad Yamin mengapresiasi dukungan Pemprov Kalsel dan Bank Kalsel dalam penyelenggaraan festival yang telah menjadi ikon budaya Kota Banjarmasin saat Ramadan.

Ia menegaskan, Pasar Wadai tahun ini tidak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga dirancang memberi dampak ekonomi nyata. Salah satunya melalui pelaksanaan Pasar Raya TPID ke-6 yang menjadi rangkaian kegiatan festival untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan komoditas.

“Fokus kami juga pada pengendalian inflasi selama Ramadan. Dengan harga yang lebih terjangkau, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga,” jelasnya.

Selain itu, festival turut menghadirkan National Halal Fair sebagai ruang promosi dan edukasi produk halal, guna memperkuat ekosistem ekonomi syariah dan mendorong pertumbuhan UMKM di daerah.

Yamin berharap Festival Pasar Wadai 1447 H tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap stabilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di Banjarmasin.

Ia juga mengajak pedagang dan pengunjung untuk menjaga kebersihan kawasan pasar, melakukan pemilahan sampah dari sumber, serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Dengan dukungan berbagai pihak dan meningkatnya antusiasme masyarakat, Pemko Banjarmasin optimistis perputaran ekonomi UMKM selama Ramadan tahun ini akan semakin optimal.

(Adv/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]