Pembukaan MTQH ke-Xll Tingkat Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2024

JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-Xll Tingkat Kabupaten Pulang Pisau Tahun 2024, berlangsung di halaman Pondok Pesantren Hidayatullah Bahaur, Kecamatan Kahayan Kuala, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (18/9/2024) malam.

Penjabat Bupati Pulang Pisau, Nunu Andriani, mengatakan bahwa Pemkab Pulang Pisau melalui Bagian Kesra Setdakab telah memberikan perhatian terhadap perkembangan kehidupan beragama di daerah tersebut.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Hal itu dapat dilihat dari bantuan untuk rumah ibadah maupun organisasi keagamaan.

Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan pengembangan syiar Islam dan ikhtiar untuk mengagungkan kalam illahi untuk meneguhkan kesuciannya, memperkuat keimanan, dan menjalin silaturahmi dalam rangka memupuk kecintaan terhadap Al- Qur’an.

“Mari kita selalu menghidupkan perasaan cinta kepada nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam Al-Qur’an untuk bisa mengamalkan pemahamannya dalam dunia nyata. Al Qur’an juga mampu menjadi inspirasi dalam membangun nilai-nilai kerukunan, toleransi dan keharmonisan dalam beragama sekaligus solusi dari berbagai persoalan aktual umat dan bangsa,” kata Nunu.

Ia menambahkan, para peserta berasal dari delapan kecamatan yang pemenangnya diharapkan dapat mewakili Kabupaten Pulang Pisau ke ajang MTQH Tingkat Provinsi hingga nasional.

“Kepada seluruh dewan juri agar menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, lakukan seadil-adilnya, guna memilih qori-qoriah, hafiz-hafizhah atau peserta yang terbaik.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Pulang Pisau, Amiruddin, menyampaikan bahwa Al-Qur’an sejak diturunkan pertama kali oleh Allah SWT sudah menjadi pedoman mulia bagi umat Islam untuk keluar dari fase penuh kegelapan.

“Yaitu sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan tentang yang haq dan yang batil, bahkan Al Qur’an menjadi sumber inspirasi bagi ulama dan akademisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akhirnya menghadirkan kemajuan bagi kehidupan manusia ,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memandang MTQ bukan hanya sebagai lomba menang kalah dalam seni membaca Al-Qur’an, tapi sebagai suntikan energi bagi umat Islam untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT. (Ded/Viz).

[feed_them_social cpt_id=57496]