Pemko Banjarmasin Perkuat Komitmen Wujudkan Kota Inklusif bagi Penyandang Disabilitas

Plt Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli (kiri) bersama perwakilan komunitas tuna rungu.

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat perhatian terhadap penyandang disabilitas, sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kota yang inklusif dan memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada komunitas tuna rungu yang diserahkan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Banjarmasin, Selasa (8/9/2026).

Santunan diserahkan langsung Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setdako Banjarmasin, Ahmad Zazuli, kepada perwakilan komunitas tuna rungu di ruang kerja Bagian Umum Setdako Banjarmasin.

Ahmad Zazuli mengatakan, pemberian santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemko Banjarmasin terhadap masyarakat, khususnya kelompok penyandang disabilitas yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Sesuai arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR santunan ini merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Kota. Mudah-mudahan yang diberikan ini dapat bermanfaat dan membantu kebutuhan mereka,” ujar Zazuli.

Menurutnya, perhatian terhadap kelompok penyandang disabilitas tidak hanya diwujudkan melalui bantuan, tetapi juga perlu dibangun melalui komunikasi dan hubungan yang baik antara pemerintah dengan komunitas.

“Kami berharap silaturahmi dan komunikasi dengan komunitas tuna rungu terus terjalin dengan baik. Pemerintah tentu berkomitmen untuk terus memberikan perhatian kepada seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Zazuli menambahkan, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang semakin ramah dan inklusif bagi penyandang disabilitas.

Ia berharap santunan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi penerima sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial di Kota Banjarmasin.

Pemko Banjarmasin juga menegaskan bahwa dukungan terhadap penyandang disabilitas diharapkan tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berkembang menjadi komitmen bersama untuk menciptakan kesempatan dan ruang yang setara bagi seluruh warga.

(Ih/Ang)