Pengukuhan Ibunda Guru PGRI Jadi Momentum Penguatan Ekosistem Pendidikan Barito Kuala

Ketua PGRI Kalimantan Selatan didampingi Bupati Batola mengukuhkan Ibunda PGRI Batola. (Foto : Aa)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Bupati Barito Kuala H. Bahrul Ilmi menegaskan pentingnya peran Ibunda Guru PGRI, sebagai figur strategis dalam penguatan ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkarakter di Kabupaten Barito Kuala.

Hal tersebut disampaikan Bahrul Ilmi saat menghadiri pengukuhan Hj. Noor Hayati Bahrul Ilmi sebagai Ibunda Guru PGRI Kabupaten Barito Kuala Masa Jabatan 2025–2030, di Aula Selidah, Selasa (18/11/25).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua PGRI Kalimantan Selatan, Drs. H. Abdul Rivai, M.AP, dan disaksikan para pengurus PGRI serta jajaran pemerintah daerah.

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan selamat datang kepada Ketua PGRI Provinsi Kalimantan Selatan di Bumi Ije Jela, sekaligus mengucapkan selamat dan sukses kepada Hj. Noor Hayati Bahrul Ilmi yang baru dikukuhkan sebagai Ibunda Guru PGRI Barito Kuala.

“Semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Sebagai kepala daerah, saya sangat mengapresiasi dan memberikan harapan yang tinggi atas dikukuhkannya Ibunda Guru PGRI pada hari ini, karena Ibunda Guru memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan yang berdaya dan berkarakter,” ujarnya.

Ia menilai, pengukuhan Ibunda Guru menjadi momentum penting bagi penguatan dunia pendidikan di Barito Kuala. Jabatan tersebut dipandang bukan sekadar simbol, tetapi memiliki makna sebagai teladan, pengayom, sekaligus penggerak semangat bagi para tenaga pendidik.

“Peran ini diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan dalam membangun pendidikan berkarakter di Barito Kuala. Seorang Ibunda Guru bukan hanya menjadi panutan bagi guru, tetapi juga inspirasi bagi peserta didik dan masyarakat. Sebagaimana seorang ibu dalam keluarga, Ibunda Guru adalah sosok yang mengayomi, membimbing, dan menumbuhkan semangat bagi seluruh keluarga besar pendidikan,” katanya.

Pada kesempatan itu, Bahrul Ilmi juga mengajak para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan untuk senantiasa mengamalkan kode etik guru, meningkatkan komitmen dan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

“Mari kita perkuat sinergitas antara guru, orang tua, dan masyarakat sebagai tiga pusat pendidikan agar anak-anak tumbuh sehat jasmani dan rohani serta dapat belajar dengan optimal. Guru bukan hanya pengajar, tetapi pendidik, pembimbing, sekaligus teladan bagi generasi penerus bangsa,” tambahnya.

Ia menutup sambutan dengan menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

(Aa/Ang)

[feed_them_social cpt_id=57496]