Plafon Ambruk Terungkap! Saut Nathan Samosir Temukan Lantai Miring & WC Kayu di SDN Telaga Biru 9

Saut Nathan Samosir Didampingi Istri Roida Simanjorang Saat Sidak di SDN Telaga Biru 9 Banjarmasin Barat

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Insiden ambruknya plafon ruang kepala sekolah di SDN Telaga Biru 9, Kecamatan Banjarmasin Barat, memicu perhatian serius. Tak sekadar plafon, inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan anggota Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir, justru mengungkap berbagai persoalan lain yang tak kalah mengkhawatirkan.

Peristiwa yang terjadi pada 31 Maret lalu itu beruntung tidak menimbulkan korban jiwa. Menindaklanjuti kejadian tersebut, Saut turun langsung ke lokasi pada Kamis (9/4) untuk melihat kondisi terkini bangunan sekolah.

Kedatangannya disambut Plt Kepala SDN Telaga Biru 9, Fitroliana, bersama Lurah Telaga Biru, Enny Agustini.
Fitroliana menjelaskan, plafon ambruk terjadi pada pagi hari. Setelah laporan disampaikan ke Dinas Pendidikan, penanganan langsung dilakukan karena masih dalam masa perawatan oleh kontraktor.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Setelah dilaporkan, keesokan harinya langsung diperbaiki oleh pihak kontraktor,” ujarnya.

Meski perbaikan plafon telah rampung, kekhawatiran lain justru mencuat. Kondisi lantai bangunan disebut mulai miring dan dinilai berpotensi membahayakan.

“Lantainya agak miring dan itu cukup mengkhawatirkan. Kami berharap ada perbaikan lanjutan,” tambahnya.

Saat ini, ruang kepala sekolah dan ruang kelas 3 sudah bisa kembali digunakan. Namun, pihak sekolah berharap perhatian tidak berhenti pada perbaikan plafon saja.

Fitroliana juga menyoroti sisa material bongkaran yang belum sepenuhnya dibersihkan dan berpotensi membahayakan siswa karena banyaknya paku yang berserakan.

“Kami juga berharap ada perbaikan pagar, lantai, serta WC guru yang kondisinya masih sangat memprihatinkan,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Lurah Telaga Biru, Enny Agustini. Ia mengungkapkan bahwa usulan perbaikan sekolah sebenarnya sudah beberapa kali diajukan melalui Musrenbang, namun belum terealisasi.

“Ini sebenarnya sudah jadi prioritas kami, tapi belum terakomodir. Semoga setelah sidak ini bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya perbaikan pagar sekolah demi keamanan, terlebih SDN Telaga Biru 9 mengusung konsep Adiwiyata.

Sementara itu, Saut Nathan Samosir menilai persoalan yang ada tidak bisa dianggap sepele. Ia menegaskan bahwa kerusakan struktur menjadi perhatian utama.

“Kalau lantai sudah miring, berarti ada masalah pada konstruksi bawah. Ini yang harus segera ditangani karena menyangkut keselamatan,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti kondisi kamar mandi guru yang masih berbahan papan kayu, tumpukan bongkaran yang berpotensi menjadi sarang hewan, hingga pagar sekolah yang dinilai sudah tidak layak.

“Anak-anak bisa keluar masuk dengan mudah. Ini jelas berisiko bagi keamanan sekolah,” ujarnya.

Kondisi halaman sekolah yang kerap tergenang air juga dinilai dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Saut memastikan seluruh temuan tersebut akan dibahas bersama Dinas Pendidikan untuk segera mendapatkan solusi konkret.

“Kami akan bawa ini ke rapat dengan dinas. Harapannya semua masalah bisa segera ditindaklanjuti,” pungkasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi titik awal perbaikan menyeluruh, demi menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa serta tenaga pendidik di SDN Telaga Biru 9.

(Ian)