JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Sebagai ujung tombak perusahaan dengan mobilitas tinggi di lapangan, Sales People Honda dituntut tidak hanya profesional dalam melayani konsumen, tetapi juga menjadi teladan dalam budaya keselamatan berkendara.
Aktivitas kunjungan konsumen, distribusi materi promosi, hingga perjalanan antar wilayah menjadikan aspek keselamatan sebagai kebutuhan utama, bukan sekadar pelengkap.
Pelatihan menghadirkan dua instruktur berpengalaman, M. Taufik Ilham dan Muhammad Said, yang memberikan pembekalan komprehensif melalui dua sesi utama:
Peserta mendapatkan materi tentang:
Konsep dasar keselamatan berkendara
Defensive riding
Hazard awareness (kesadaran potensi bahaya)
Manajemen risiko
Pengendalian emosi di lalu lintas dinamis
Materi dikemas aplikatif dengan studi kasus nyata yang kerap dihadapi Sales People, seperti berkendara dalam kondisi terburu-buru mengejar target, menghadapi cuaca ekstrem, hingga membawa perlengkapan promosi.
Diskusi ini menegaskan bahwa keselamatan harus tetap menjadi prioritas di tengah tekanan pekerjaan.
Pelatihan dilanjutkan dengan praktik langsung, meliputi:
Pemeriksaan kendaraan sebelum berkendara (pre-riding check)
Teknik posisi berkendara yang benar
Teknik pengereman efektif
Simulasi pengendalian motor dalam berbagai situasi
Pendekatan teori dan praktik ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi mampu menerapkannya secara konsisten dalam aktivitas kerja sehari-hari.
M. Taufik Ilham menegaskan bahwa budaya keselamatan merupakan bagian dari standar profesionalisme insan Honda.
“Sales People adalah representasi perusahaan di mata konsumen. Ketika mereka disiplin dan mengutamakan keselamatan di jalan, hal itu mencerminkan nilai dan budaya perusahaan. Kami ingin semangat #Cari_Aman benar-benar menjadi karakter setiap insan Honda, khususnya yang berada di garis depan pelayanan,” ujarnya.
Melalui pelatihan berkelanjutan ini, PT Trio Motor menegaskan bahwa profesionalisme dan keselamatan harus berjalan beriringan.
Dengan semangat One HEART, perusahaan optimistis dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif, aman, dan berkelanjutan.
Langkah ini sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib dan bertanggung jawab di Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Tengah.
(Sumber : PT Trio Motor)














