Sahur Bersama Warga Rusun Ganda Magfirah, Wali Kota Minta Dinas Terkait Segera Perbaiki Fasilitas

Wali Kota didampingi Dandim/1007 Banjarmasin saat kegiatan sahur bersama dengan warga Rusun Ganda Magfirah, Selasa (10/3/26). (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Usai mengikuti kegiatan Sahur on The Road pada Selasa (10/3/2026) dini hari, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR langsung menyambangi warga di Rumah Susun Ganda Magfirah dan melaksanakan sahur bersama.

Kunjungan di tengah suasana Ramadan tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka bagi warga untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari, mulai dari fasilitas lingkungan hingga masa depan pendidikan anak-anak penghuni rusun.

Kedatangan orang nomor satu di Kota Banjarmasin itu disambut antusias oleh warga yang memadati area rumah susun.

Sejumlah kepala dinas turut hadir mendampingi, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, serta Dinas Perumahan dan Permukiman.

Dalam dialog langsung tersebut, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang dirasakan selama ini, seperti kondisi musala yang membutuhkan perbaikan, lampu lingkungan yang redup, hingga pagar bangunan yang mulai mengalami kerusakan.

Menanggapi berbagai keluhan itu, Wali Kota secara tegas meminta jajaran dinas terkait segera bertindak dan tidak menunda penyelesaian persoalan. Ia bahkan memberi tenggat waktu agar perubahan dapat segera dirasakan oleh warga.

“Masalah musala ini tolong benar-benar diperhatikan. Kendalanya apa, segera dicari solusinya. Begitu juga lampu yang redup dan pagar yang rembes, jangan dibiarkan. Saya minta dinas terkait bergerak cepat. Kalau dalam sebulan tidak ada perubahan, lebih baik mundur saja dari jabatan,” tegas Wali Kota di hadapan para kepala dinas dan warga.

Selain menyoroti fasilitas lingkungan, Yamin juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masa depan anak-anak yang tinggal di rumah susun tersebut.

Wali Kota meminta Dinas Pendidikan menyiapkan program pembelajaran tambahan, termasuk penguasaan bahasa asing sebagai bekal menghadapi persaingan global.

“Anak-anak di rusun ini harus memiliki kesempatan yang sama. Kita dorong mereka belajar bahasa Arab, bahasa Inggris, atau keterampilan lain. Kalau ada yang sudah kelas tiga SMA dan ingin kuliah, kita siapkan jalur beasiswa. Jangan sampai mereka kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi,” ujar Yamin.

Kondisi rusun yang dihuni masyarakat dengan latar belakang ekonomi menengah ke bawah, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah.

Di satu sisi, keterbatasan fasilitas dan kebutuhan sosial warga memerlukan perhatian serius. Namun di sisi lain, keterlibatan langsung pemerintah membuka peluang peningkatan kualitas hidup melalui program pendidikan, perbaikan infrastruktur, serta bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

Dengan kolaborasi lintas dinas dan pengawasan langsung kepala daerah, persoalan lingkungan serta kesejahteraan warga diharapkan dapat ditangani secara lebih efektif.

Salah seorang warga rusun mengaku senang dengan kehadiran Wali Kota yang datang langsung melihat kondisi tempat tinggal mereka. Menurutnya, perhatian tersebut membuat warga merasa diperhatikan oleh pemerintah.

“Alhamdulillah Pak Wali Kota datang langsung ke sini. Kami merasa senang karena keluhan kami bisa didengar. Harapan kami, kunjungan seperti ini bisa sering dilakukan supaya kondisi rusun semakin baik dan kebutuhan warga juga diperhatikan,” pungkasnya.

(Hik/Ang)