JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan kembali mendatangkan penulis terkenal Kang Abik, yang membawa novel baru dengan judul Suluh Rindu, untuk dibahas bersama puluhan penggemar dan penggiat literasi di Banua.
Novelis nasional dengan nama asli H. Habiburrahman El Shirazy, Lc., Pg.D. ini menyampaikan, buku yang dibawanya itu merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya berjudul Kembara Rindu, yang banyak dinanti penggemarnya.
“Saya memang selalu ditanya banyak pembaca, mana Kembara Rindu 2? Bahkan saat pandemi lalu juga banyak yang melontarkan kata itu pada saya,” tutur Kang Abik, dalam paparan di Aula Kantor Dispersip Kalsel, Senin (25/07/2022).
Membutuhkan waktu sekitar 3 tahun, novel ini melalui banyak proses, bahkan sempat revisi total untuk menyesuaikan dengan pembacanya.
“Ceritanya waktu itu hampir selesai, namun saat itu saya menengok anak yang duduk di kelas IX SMP, dan mengungkapkan bahwa ia bersama semua teman-temannya membaca novel itu hingga menunggu lanjutannya,” tambahnya.
Atas hal itulah ia harus menyesuaikan kembali novelnya, agar juga layak dibaca anak usia SMP.
“Padahal novel hampir selesai saat itu, isi ceritanya sangat dewasa sekali, hingga terpaksa saya tunda penerbitannya,” jelasnya.
Diceritakannya, novel ini mengisahkan tentang anak dari kampung terpencil dengan tokoh Syifa dan Ridho, hingga kedua tokoh tersebut sukses dan dimuliakan masyarakat di kampungnya.
“_Ending_ novel pertama itu kan Syifa khataman Al-Qur’an. Tokoh yang kecilnya merupakan penjual gorengan yang akhirnya dimuliakan banyak orang ini, banyak membuat pembacanya menangis, termasuk Pak Menteri Sandiaga Uno dan Kepala Dispersip Kalsel Ibu Nunung,” ujarnya sambil tersenyum.
Di situlah menurutnya banyak yang mencari lanjutannya, karena tokoh perempuan itu belum menikah, dan bakal menikah dengan siapa, dan pada novel Suluh Rindu inilah kelanjutannya.
“Tentu saya tidak akan bercerita Syifa menikah dengan siapa, anda baca sendirilah,” pungkasnya sambil tertawa.
Sementara itu, Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie mengungkapkan, didatangkannya tamu istimewa ini, sebagai salah satu programnya untuk meningkatkan kunjungan ke perpustakaan dan literasi di Banua.
“Sudah lama juga saya menanti ini, karena saya juga baca novelnya, dan alhamdulillah Kalsel terpilih menjadi tempat yang ke-2 lokasi _road show launching_ buku ini,” ungkapnya dalam sambutannya.
Dihadiri ratusan peserta, dari para penggiat literasi, sastrawan, akademisi, hingga pecinta novel Kang Abik, membuat kegiatan ini meriah dengan banyaknya pertanyaan dari partisipan.
Editor : Achmad MT














