Minus 5.300 Liter, ALFI/ILFA Kalsel Minta Pemerintah Penuhi Kuota Solar

Kelangkaan Solar

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Kalsel, sempat mendapat kuota Biosolar dari pemerintah daerah hingga 200 unit truk. Namun ternyata, jatah tersebut dinilai tidak mencukupi untuk bepergian keluar kota, lantaran didistribusikan melalui SPBU AKR (PT Arthakencana Rayatama) yang daya tampungnya terbatas hanya 15 kilo liter per hari.

Hal ini dikeluhkan pengurus ALFI/ILFA Kalimantan Selatan, saat bertatap muka dengan pengawas antrean solar bersubsidi, yakni Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Banjarmasin, di Jalan Karya Bakti Kuin Cerucuk, Kamis (31/03/2022).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Perhitungan tersebut baru mereka sadari, usai mengadakan rapat internal antara pengelola angkutan logistik.

Pihaknya pun memohon bisa lebih banyak mendapatkan jatah Biosolar, guna kelancaran distribusi logistik, yang dampaknya juga akan dirasakan masyarakat.

“Nah, AKR itu kan stoknya hanya 15 ribu liter, apabila digabung dengan masyarakat umum yang misalkan bisa mencapai 5 ribu liter, sisanya tinggal 10 ribu dibagi 200 unit, dapat apa? Bisa mengangkut apa dengan segitu? Akhirnya besok antre lagi,” jelas Sekretaris DPW ALFI/ILFA Kalsel Tularno, saat diwawancarai para awak media usai rapat.

“Ya minimal sesuai SK Gubernur lah. Dahulu kan 174 liter, 900 ribu dibagi 5 ribu, 150 kan dapat 174 liter. Tapi sekarang tanggal 10 kemarin peraturannya berubah lagi menjadi 130 liter. Tapi kita oke lah, enggak masalah, yang penting kan semua kebagian,” urai Tularno.

Kelangkaan Solar

Aspirasi ini pun coba diserap Dishub, yang akan menyampaikannya kepada kepala daerah.

“Ya, kita akan lapor ke pimpinan, dengan artinya kalkulasi yang benar seperti apa. Karena kemarin ada 2 kali rapat sebenarnya, setelah rapat bersama, kami ada rapat khusus meninjau kembali apa sih hasilnya, dengan formula itu, ternyata di satu sisi masih ada yang merasa dirugikan bahasanya,” jelas Plt. Kepala Dishub Kota Banjarmasin Slamet Begjo setelah pertemuan.

Pihak ALFI/ILFA berharap, kondisi ini bisa segera ditindaklanjuti sebelum masuk bulan puasa, karena saat ini para pengusaha angkutan logistik sering kesulitan mengeluarkan barang dari pelabuhan, lantaran truk pengangkut yang lama mengantre BBM, hingga menambah biaya operasional, bahkan bisa terkena denda.

Karena, semuanya menanggung _storage_ dan _demurrage_, jadi biayanya tambah besar, karena dahulunya yang kita antre cuman 1 hari 1 kali 24 jam, sekarang sampai 4-5 hari, akhirnya beban kontainer _storage_ dan _demurrage_ kena ke kita,” jelas Tularno.

Lantaran kekurangan kuota ini, akhirnya DPW ALFI/ILFA dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia Kalsel, sepakat membatalkan kesepakatan dengan pemerintah terkait pemberian “jalur khusus” tersebut, sambil menunggu perhitungan kembali dari Pemkot Banjarmasin, agar bisa mendapat Biosolar hingga 26.000 liter per hari.

(Saprian)

[feed_them_social cpt_id=57496]