JURNALKALIMANTAN.COM, PULANG PISAU – Kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Jawet Itah Bersama di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, memiliki usaha kerajinan anyaman rotan yang dikelola 18 perempuan.
Ketua Kelompok Jawet Itah Bersama, Wina (40), mengatakan bahwa dalam satu bulan, jika tidak ada acara besar, kelompoknya bisa meraup omzet sampai Rp 2 juta.
“Kalau penghasilan ini tidak menentu, tapi kalau ada acara besar yang digelar dan kami buka stand, seperti di acara Pesparawi, satu minggu sampai Rp 18 juta,” Kata Wina, Senin, (15/07).
Harga satu buah tas berbahan rotan, lanjut Wina sangat beragam, mulai dari Rp100.000 sampai Rp 500.000.
Untuk tas yang sudah dikombinasikan rotan dengan kulit sintetis, harganya lebih mahal karena pembuatannya masih manual.
Menurut Wina, mahalnya kerajinan rotan karena bahan baku yang mulai jarang didapat dan proses pembuatan yang sangat panjang.
“Proses pembuatan anyaman rotan, sampai jadi sebuah tas perlu ketelatenan, sebelum dianyam, harus membersihkan rotan dari duri, kemudian diruntih, dijangat, lalu diraut dan diwarnai dengan pewarna alami, menggunakan lumpur dan daun tapanggang untuk warna hitam. Setelah itu direbus dan dijemur, kemudian dianyam dan dibuat berbagai bentuk seperti tas, topi, tikar, lawung, gelang, cincin dan lain sebagainya,” jelas Wina. (Ded/Viz)














