Wow! OJK Salurkan Bantuan Penanganan Stunting Kalsel hingga Rp1 Miliar

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Dalam rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) Tahun 2022 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Otoritas Jasa Keuangan akan menyalurkan bantuan program sosial perusahaan, berupa penanaman bakau dan pencegahan stunting¬ mencapai Rp1 miliar.

Hal ini disampaikan Direktur Statistik dan Informasi Pasar Modal OJK Sujanto, saat konferensi pers di salah satu kafe di Banjarmasin, Kamis (08/12/2022).

Ditemani I Gede Nyoman Yetna (Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia) dan dimoderatori Gustaf Adolf Martua Rajagukguk (Deputi Direktur Pengembangan Informasi Pasar Modal OJK), pihaknya menjelaskan, bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari peringatan 45 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, yang mengangkat tema “Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan”.

“Bertujuan untuk mengenalkan Pasar Modal kepada masyarakat, sehingga diharapkan dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di Kalimantan Selatan,” jelas Sujanto.

Untuk itu, OJK akan terus menggencarkan sosialisasi, baik kepada komunitas lokal, ataupun kuliah umum di Universitas Lambung Mangkurat dan UIN Antasari, hingga Gebyar Pasar Modal pada 10–11 Desember 2022 di Duta Mall.

“OJK secara proaktif dan kolaboratif terus berupaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah gejolak ekonomi global,” tekan Sujanto.

Hasilnya, jumlah investor pun telah mengalami pertumbuhan, yang khusus Kalsel saja meningkat 38,33%, dari semula 96.516 investor menjadi 134.843 investor.

“Yang mendominasi adalah domestik investor (hampir 53%),” tegas I Gede Nyoman Yetna saat memaparkan presentasi perkembangan pasar modal.

Pertumbuhan ini diyakininya bisa terus menarik minat para investor, seiring makin tangguhnya Pasar Modal Indonesia.

Perkembangan ini coba terus dijaga OJK, dalam mewujudkan pasar modal yang teratur, wajar, efisien, serta melindungi kepentingan investor dan masyarakat, dengan menyiapkan empat program strategis melalui Pengembangan UMKM, Peningkatan Suplai, Peningkatan Permintaan, dan Keuangan Berkelanjutan.

“Salah satu nilai tambah keberadaan OJK adalah menjamin kegiatan di sektor keuangan selalu dilandasi dengan semangat untuk memberikan perhatian kepada edukasi dan perlindungan konsumen,” tambah Sujanto.

(Saprian)