JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pengungkapan tersangka dugaan kasus korupsi pengadaan iPad di Sekretariat DPRD Banjarbaru, meleset dari target.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Banjarbaru Andri Irawan, usai mengikuti peringatan HUT Bhayangkara di Mako Polres Banjarbaru, Kamis (1/7/2021).
“Rencananya, tersangka akan diungkap setelah lebaran kemarin. Namun karena terkendala dalam pemanggilan saksi, pengungkapan tersangka pun ngaret,” ucapnya di hadapan para awak media.
Kalau target kemarin, lanjut Andri mengatakan agak meleset, karena begitu pemeriksaan saksi, ternyata tidak sesuai yang pihaknya harapkan, lantaran ada yang dipanggil sekali tidak datang, dan bahkan berulang.
“Kita panggil lagi, alasannya sakit. Paling tidak kita menunggu sampai dia sembuh. Itu pun kalau kondisinya memungkinkan untuk kita panggil,” bebernya.
Saat ini sudah belasan saksi yang dimintai keterangan. Sebelumnya, saksi berjumlah 10 orang dari pihak ketiga atau Unit Layanan Pengadaan dan dari internal Sekretariat DPRD.
“Saat ini sudah sekitar 15 orang. Kalau anggota dewan tidak ada kita periksa. Karena ini kan pengadaannya bukan di anggota dewan, tapi di sekretariat dewannya,” terangnya.
Kajari juga menjelaskan, pihaknya masih bergelut pada pemanggilan saksi. Usai saksi dan alat bukti terkumpul, baru bisa dilanjutkan ke perhitungan kerugian keuangan negara.
“Kita kumpulkan dulu alat bukti, mungkin belum bisa kita sampaikan pada saat ini. Tapi insyaAllah kalau memang nanti kita sudah mendapatkan tersangka, kita akan melakukan pers rilis. Modusnya untuk sementara belum bisa kita sampaikan,” tandasnya.
Reporter : Wahyu F
Editor. : Ahmad MT














