Provinsi Kalsel Terpilih Menjadi Percontohan Penerapan Arsip Digital 

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kearsipan (Dispersip) dan Dinas Komunikasi Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), melaksanakan Bimbingan Teknis E-Arsip Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalsel. 

Berlangsung di salah satu hotel di Banjarbaru, pelatihan dilaksanakan 2 hari, dikuti Lembaga Kearsipan Daerah dari 13 kabupaten/kota, serta Satuan Kerja Perangkat Dearah (SKPD) di lingkungan Pemprov Kalsel. 

[feed_them_social cpt_id=59908]

Hadir pada kegiatan ini Arsiparis Ahli Utama ANRI Muhammad Taufik, yang mengapresiasi kuatnya komitmen Pemprov Kalsel dalam upaya digitalisasi arsip, hingga dipilih untuk menjadi percontohan. 

“Tentunya tidak serta merta dipilih, namun karena memang Kalsel siap dalam hal teknis maupun nonteknis, yang didukung gubernur hingga semua unsur dan SKPD lainnya untuk penerapan sistem pemerintahan elektronik di sektor kearsipan,” ungkapnya di sela kegiatan, Rabu (10/11/2021). 

Melalui kegiatan ini pihaknya berharap dapat mendongkrak sistem pelayanan publik pada SKPD di lingkungan Pemprov Kalsel yang lebih cepat, mudah, efektif, serta efisien. 

“Semoga nantinya Kalsel bisa menjadi provinsi yang menerapkan itu, sehingga provinsi yang lain bisa datang ke Kalsel untuk saling berbagi dan belajar penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) melalui aplikasi Srikandi ini,” ujarnya. 

Kegiatan ini dibuka resmi Kepala Dispersip Kalsel Hj. Nurliani Dardie, yang menegaskan, implementasi E-Arsip terintegrasi ini merupakan salah satu cerminan penyatuan langkah dalam memajukan pengelolaan kearsipan di semua SKPD pada era digital. 

“Aplikasi Srikandi menjadi aplikasi umum bidang kearsipan pada SPBE. Dalam aplikasi ini setiap informasi berbasis analog dan digital akan dapat terekam dengan baik, sehingga nantinya akan menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa,” paparnya saat sambutan. 

Dilanjutkannya, melalui aplikasi arsip yang tercipta dan dikelola dalam SPBE, akan lebih optimal dalam melindungi kepentingan hak keperdataan masyarakat. 

“Semoga melalui bimtek ini dapat mendorong dan memotivasi bagi semua lembaga pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola arsip, melalui pemanfaatan aplikasi Srikandi,” harapnya. 

Dalam aplikasi Srikandi, informasi berbasis analog dan digital dapat terekam dengan baik, sehingga dapat menjadi bukti akuntabilitas dan memori kolektif bangsa.

Editor : Achmad MT

[feed_them_social cpt_id=57496]