JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Propinsi Kalimantan Selatan direncanakan bakal menjadi lumbung pangan bagi ibukota negara (IKN) baru di provinsi Kaltim.
“Kalsel harus menjadi lumbung pangan yang mampu menyandang kebutuhan pangan bagi IKN baru,” Ucap Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK kepada wartawan, usai menerima kunjungan Ketua DPRD Kaltim, H Makmur, belum lama tadi di Banjarmasin.
Menurutnya, Kalsel harus mampu menjadi lumbung pangan, baik di bidang pertanian, perikanan dan kelautan, termasuk perkebunan dan tanaman hortikultura lainya.
“Jangan sampai kebutuhan pangan ini dipasok dari daerah lain di luar pulau Kalimantan,” tambah politisi Partai Golkar Kalsel tersebut.
Apalagi Kalsel banyak memiliki lahan tidur yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian, seperti eks polder Alabio seluas 30 ribu hektar yang kondisinya kini terlantar.
“Padahal lahan di eks polder Alabio tersebut mampu panen dua kali dalam setahun,” jelas Supian HK.
Jika ini dibenahi, maka Kalsel bisa memasok beras untuk kebutuhan IKN baru, mengingat selama ini produksi padi Kalsel juga dikirim ke provinsi tetangga, yakni Kaltim dan Kalteng.
Selain itu, pembangunan IKN di Kaltim juga berdampak pada peningkatan jumlah penduduk, terbukanya lapangan kerja dan pembangunan yang lebih merata di wilayah Kalimantan.
Diantaranya, pembangunan jalur kereta api maupun perbaikan jalan trans Kalimantan yang menghubungkan lima provinsi di wilayah Kalimantan, sebagai jalur transportasi dan lalu lintas barang.
Hal senada diungkapkan Ketua DPRD Kaltim, H Makmur, dimana Kalsel harus mampu menjadi lumbung sekaligus penyangga pangan yang diperlukan IKN baru, daripadi harus disediakan dari daerah lain.
“Kebutuhan apapun seharusnya dipasok dari Kalsel, yang merupakan provinsi terdekat dari IKN baru,” ujar politisi Partai Golkar.
Makmur mengakui, Kalsel sebagai penyangga ini bukan berarti Kaltim tidak siap, namun memang pertanian di Kalsel memang jauh lebih bagus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.
“Produksi pangan di Kalsel sangat bagus, tidak hanya beras, namun juga ayam, itik dan sapi,” ujarnya.
“Kalsel harus melihat peluang ini agar tidak diambil daerah lain, mengingat daerah ini memiliki usaha dan kreativitas yang tinggi,” tegas Makmur.
Untuk itu, Makmur mengingatkan agar Kalsel bisa memperbaiki kualitas produk yang dihasilkannya agar produksi daerah ini diminati di Kaltim, terutama dalam memenuhi kebutuhan IKN.
“Keberadaan IKN tentu berdampak positif bagi perekonomian Kalsel,”tutupnya.
(Yunn)














