Suaranya Sempat Berubah Drastis di Sirekap, Helmi Rifai Tetap Berbesar Hati

Helmi Rifai, Caleg DPRD Provinsi Kalsel Dapil Banjarmasin

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Fenomena pergeseran suara yang terdapat dalam Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) Pemilu 2024 terus menuai kontroversi, namun KPU tak akan menghentikan penayangan data perolehan suara dalam sistem tersebut demi transparansi, terutama pengunggahan foto asli formulir C hasil pleno dari tempat pemungutan suara.

Kondisi ini disikapi beragam, terutama oleh para calon legislator yang tetap menghormati sikap KPU itu.

[feed_them_social cpt_id=59908]

“Kita tetap positive thinking aja dan tetap menghormati langkah terbaik yang dilakukan KPU. Kalau pun ada kesalahan, kita ajukan sesuai mekanisme, sehingga tercipta proses demokrasi dalam menyampaikan pelurusan data di Sirekap,” ujar Helmi Rifai, salah satu Caleg DPRD Provinsi Kalsel Dapil Banjarmasin, Rabu (28/02).

Ia memang mengaku sempat kecewa, karena perolehan suaranya yang semula tinggi tiba-tiba berubah drastis. Awalnya ia mengira ada eror di dalam sistem, namun hal itu berlangsung beberapa hari. Dia pun sempat memprotes dan angka bergeser kembali naik, namun tidak signifikan.

“Nasib aja lagi kalau begini. Kita sepenuhnya berharap KPU bisa mengatasi hal ini, sehingga bisa membuat semua pihak tenang dan tidak gaduh. Kita positive thinking terhadap KPU, barangkali mereka pun bekerja keras mengatasi masalah ini dengan berkeadilan,” sambung Helmi.

Ia pun berharap semua pihak bisa bersikap tenang dan memberikan kegembiraan kepada masyarakat luas. Karena menurut Helmi, semuanya sudah memberikan pilihan terbaik bagi yang akan duduk di kursi dewan terhormat.

Terkait dugaan pelanggaran yang biasa terjadi di internal dalam mendongkrak suara calon tertentu, ia pun berharap bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan, karena pada dasarnya kemenangan caleg tertentu juga membawa nama baik partai.

“Alhamdulillah, sikap saling menghormati juga diterapkan dalam partai kami, Nasdem. Partai kami dengan tegas melarang caleg untuk curang dalam perhitungan suara, apakah pelanggaran pergeseran suara untuk caleg tertentu, atau pun kecurangan lain yang merugikan partai. Sanksi pun tegas, kalau ketahuan bakal tidak dilantik,” kata Helmi.

Ia pun bersyukur ketentuan yang ditegaskan Koordinator Pemenangan Pemilu Partai Nasdem membuat para caleg berpikir dua kali untuk melakukan pelanggaran.

Warning ini memang tidak main-main. Kalau melanggar, siap-siap tidak dilantik, yang terberat terancam pemecatan,” pungkasnya.

[feed_them_social cpt_id=57496]