JURNALKALIMANTAN.COM, BALANGAN – Pemerintah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi tahunan Mesiwah Pare Gumboh (MPG), yakni ritual adat panen suku Dayak Deah yang digelar secara gotong royong oleh warga Desa Liyu, Kecamatan Halong.
Tradisi ini dinilai sebagai warisan budaya lokal yang memiliki peran penting dalam mempererat kekerabatan serta menjaga kelestarian nilai-nilai adat dan lingkungan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Balangan, Sufriannor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, dan menekankan pentingnya menjaga budaya serta alam sebagaimana diwariskan oleh masyarakat Dayak Deah.
“Jangan sampai kita melupakan dan meninggalkan kebudayaan kita. Harus terus dilestarikan agar jangan punah,” ujar Sufriannor saat membuka acara, yang ditandai dengan pemukulan gong, belum lama tadi di Halong.
Ia juga berharap agar kegiatan budaya seperti MPG terus mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah, kementerian, dan lembaga terkait. Selain sebagai bentuk pelestarian budaya, MPG diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk mengembangkan potensi kreatif dan warisan budaya lokal.
Sementara itu, Kepala Desa Liyu, Sukri, menyebutkan bahwa MPG merupakan ungkapan syukur atas keharmonisan hidup serta hasil panen yang melimpah. Tradisi ini berasal dari masyarakat Dayak Deah yang dahulu hidup secara nomaden di wilayah pedalaman, khususnya Desa Liyu dan Gunung Riut.
“MPG bukan sekadar pelestarian budaya, tapi juga mengandung misi sosial sebagai perekat kekerabatan masyarakat melalui semangat kekeluargaan dan gotong royong. Seluruh prosesnya kami jalankan bersama-sama,” jelas Sukri.
Ia juga berharap pemerintah daerah dan pusat terus memberikan dukungan terhadap MPG sebagai agenda budaya kebanggaan Kabupaten Balangan.
Perayaan MPG tahun ini merupakan yang ketujuh kalinya digelar, berlangsung selama tiga hari, 18–20 Juli 2025, di dua lokasi utama: Balai Adat dan Pasar Budaya. Acara dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari sanggar tari, musisi lokal, parade tarian tradisional Dayak, hingga konser musik yang menghadirkan bintang tamu, menjadikan MPG sebagai pesta budaya yang semarak dan penuh warna.
(Sumber : MC Balangan/Ian)














