Tinjau Banjir di Sungai Lulut, Wali Kota Banjarmasin Dorong Penanganan Lintas Daerah

Wali Kota Banjarmasin bersama jajaranya meninjau langaung banjir di Sungai Lulut, Sabtu (3/1/25). (Foto : Diskominfo)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Banjir yang kembali merendam Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur, menjadi penanda penting perlunya penanganan terpadu lintas daerah. Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR menegaskan, bahwa persoalan banjir di wilayah perbatasan tidak dapat diselesaikan secara parsial oleh satu daerah saja.

Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kondisi warga terdampak di RT 08 RW 01 Sungai Lulut Dalam, Sabtu (03/01/2026).

[feed_them_social cpt_id=59908]

Didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Neli Listriani, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta unsur kecamatan, Wali Kota memastikan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tengah berjuang menghadapi genangan.

“Kawasan Sungai Lulut memiliki sedikitnya lima alur sungai yang saling terhubung dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Banjar. Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara bersama,” ujar Yamin.

Tinggi genangan di kawasan tersebut tercatat mencapai sekitar 40–55 cm, akibat kombinasi curah hujan tinggi dan air pasang sungai. Kondisi ini menjadikan Sungai Lulut sebagai salah satu titik paling rentan banjir kiriman dari wilayah hulu Martapura.

Wali Kota menekankan pentingnya normalisasi dan revitalisasi sungai yang dilakukan secara terencana, khususnya pada musim kemarau agar hasilnya maksimal.

Ia juga mendorong pembangunan drainase multifungsi tertutup, yang dapat dimanfaatkan sebagai akses mobilitas warga sekaligus memperlancar aliran air.

Tak hanya pemerintah, Yamin juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi sungai, terutama dengan tidak memperluas bangunan hingga melewati batas sempadan.

“Kalau sungai makin menyempit, dampaknya akan dirasakan bersama. Pemerintah dan masyarakat harus berjalan seiring,” tegasnya.

Sebagai langkah darurat, sebuah musala dengan posisi lebih tinggi, dimanfaatkan sebagai tempat evakuasi sementara bagi warga terdampak.

BPBD Kota Banjarmasin juga telah mengevakuasi 15 kepala keluarga dengan total 39 jiwa ke lokasi aman, serta menyalurkan bantuan logistik dan menyiapkan rencana pendirian dapur umum.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Husni Thamrin menyebutkan, Sungai Lulut merupakan wilayah garda terdepan yang paling awal menerima limpasan banjir kiriman dari daerah hulu.

“Air dari Martapura pasti mengalir ke sini dan berpotensi berdampak hingga kawasan Pemurus Baru dan Jalan Pramuka,” jelasnya.

Menurut Husni, penanganan banjir Sungai Lulut membutuhkan kerja sama lintas daerah melalui forum Banjar Bakula yang melibatkan Kabupaten Banjar, Banjarbaru, Tanah Laut, dan Barito Kuala.

Ia juga mengungkapkan, bahwa Wali Kota telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Wilayah III untuk memfokuskan perhatian pada sungai-sungai langganan banjir, termasuk Sungai Lulut.

“Ke depan, penanganan diarahkan pada perencanaan matang dengan pelaksanaan normalisasi dan pembenahan drainase saat musim kemarau, agar kesiapsiagaan saat musim hujan lebih optimal,” pungkas Husni.

(Hik/Ahmad M)

[feed_them_social cpt_id=57496]