Tembus Banjir Naik Kelotok, Bupati Batola Pastikan Warga Terisolasi Terlayani

Bupati Batola (baju putih) foto bersama warga usai penyerahan bantuan simbolis. (Foto : ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BARITO KUALA – Banjir yang melanda wilayah Kecamatan Mandastana dan Jejangkit sejak 27 Desember 2025 masih berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Sejumlah warga terpaksa menghentikan aktivitas ekonomi dan sosial akibat tingginya genangan air serta terputusnya akses jalan menuju permukiman.

Kondisi tersebut terlihat di Desa Antasan Segara, Kecamatan Mandastana, yang menjadi salah satu lokasi terparah.

[feed_them_social cpt_id=59908]

Ketinggian air di desa itu mencapai pinggang orang dewasa, menyebabkan sekitar 20 kepala keluarga (KK) terisolir. Untuk mencapai lokasi, rombongan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala harus menggunakan kelotok guna menembus genangan banjir.

Bupati Barito Kuala, H. Bahrul Ilmi, yang didampingi Sekretaris Daerah H. Zulkipli Yadi Noor serta jajaran terkait, meninjau langsung kondisi warga, Ahad (11/1/2026).

Dalam dialog dengan masyarakat, Bupati menyampaikan keprihatinannya atas dampak banjir yang berkepanjangan.

“Air di wilayah Antasan Segara cukup dalam. Mudah-mudahan kehadiran pemerintah daerah dapat membantu dan meringankan beban masyarakat di sini,” ujar Bupati.

Banjir tersebut turut memukul sektor ekonomi warga. Salah seorang warga, Mistar, pekebun lombok setempat, mengaku terpaksa menghentikan aktivitas berkebunnya karena lahan terendam air dan akses distribusi terputus.

Dalam kunjungan itu, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala menyalurkan bantuan berupa paket sembako dan bantuan uang tunai kepada 20 KK terdampak di Desa Antasan Segara.

Bantuan diserahkan oleh Bupati bersama Sekda, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Kesehatan, serta Satpol PP.

Selain penanganan darurat, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pemulihan pascabanjir.

“Insyaallah, setelah banjir surut, akses jalan menuju desa ini akan kita perbaiki agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal,” tambah Bupati.

Sebagai upaya jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Barito Kuala merencanakan normalisasi sungai untuk meminimalisir risiko banjir serupa di masa mendatang, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman.

(Diskominfo/Ali)

[feed_them_social cpt_id=57496]