JURNALKALIMANTAN.COM,HULU SUNGAI SELATAN – Upaya menjaga stabilitas pangan di tingkat pasar tradisional terus diperkuat. Polres Hulu Sungai Selatan (HSS) bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan instansi daerah melakukan pemantauan langsung harga serta ketersediaan bahan pokok di Pasar Los Batu Kandangan, Kamis (12/2/2026).
Langkah ini tidak hanya bertujuan mengendalikan inflasi daerah, tetapi juga memastikan masyarakat terlindungi dari potensi praktik penimbunan dan spekulasi harga yang kerap terjadi di jalur distribusi pangan.
Kehadiran aparat penegak hukum dalam pemantauan pasar menjadi sinyal kuat bahwa pengawasan distribusi pangan dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Pemantauan dipimpin perwakilan Bapanas RI, Zelinda Agustina, S.TP dan Elisabet, S.TP, didampingi Kabid Bina Perdagangan Disperindag HSS Abdul Qodir, Kabid Pangan Dinas Pertanian Muhyaripandi, serta Kanit II Tipidter Polres Iptu Aldy F. Difana, bersama Satgas Pangan Polres HSS.
Sejumlah pejabat teknis lintas sektor turut hadir, di antaranya Fasilitator Perdagangan Disperindag HSS Ahmad Rif’at Ramadhani, S.H., Kabid PTSP HSS Wahyuni Oktavia, Analis Kebijakan PTSP M. Kurniawan, serta Asisten Manajer Bisnis Bulog KC HST Fauzan Jazim.
Tim meninjau langsung harga komoditas strategis seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging, cabai, dan bawang. Selain mencatat harga, petugas juga berdialog dengan pedagang guna memastikan pasokan tetap lancar hingga ke konsumen akhir.
Hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Pasar Los Batu masih mencukupi dengan harga yang relatif stabil.
Kanit II Tipidter Polres HSS IPTU Aldy F. Difana menegaskan, pemantauan ini merupakan langkah preventif untuk mencegah gangguan distribusi yang dapat berdampak pada lonjakan harga.
“Kami memastikan tidak ada penimbunan maupun permainan harga yang merugikan masyarakat. Pengawasan akan terus dilakukan secara berkala, terutama menjelang periode meningkatnya kebutuhan bahan pokok,” ujarnya.
Sementara itu, Bapanas RI menilai pemantauan lapangan seperti ini menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mekanisme pasar.
(Uck/Ang)














