JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Upaya memperkuat perlindungan pembiayaan daerah terus digencarkan. PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Selatan (Bank Kalsel) dalam pengembangan perlindungan asuransi atas portofolio kredit, baik sektor konstruksi maupun nonkonstruksi.
Direktur Bisnis Askrindo, Budhi Novianto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (13/2/2026), menyampaikan bahwa sinergi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, aktivitas investasi dan pembangunan di Kalimantan Selatan terus menunjukkan tren positif, terlebih dengan posisi strategis wilayah tersebut yang berdekatan dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Peluang ini dinilai perlu diimbangi dengan sistem perlindungan pembiayaan yang kuat dan terukur.
“Dengan dukungan underwriting dan ketentuan tarif yang kompetitif, kami memastikan mitra BPD mendapatkan solusi proteksi yang optimal guna mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” ujar Budhi.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama, Askrindo juga melakukan pembenahan layanan produk secara menyeluruh, mulai dari perizinan produk, struktur tarif, hingga proses klaim dan subrogasi.
Langkah tersebut dilakukan agar layanan menjadi lebih sederhana, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan. Askrindo berharap perlindungan yang terintegrasi ini mampu mendorong pertumbuhan pembiayaan sektor produktif di Kalimantan Selatan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Direktur Bisnis Bank Kalsel, Akhmad Fauzi Noor, menegaskan bahwa Askrindo telah menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan bisnis pembiayaan Bank Kalsel.
“Bagi kami, Askrindo sudah menjadi mitra strategis yang selalu sejalan dengan kebutuhan bisnis Bank Kalsel. Sinergi ini memberi kami kepercayaan diri untuk terus menyalurkan pembiayaan secara sehat dan berkelanjutan,” tuturnya.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi penguat ekosistem pembiayaan daerah, khususnya dalam mendukung proyek konstruksi dan sektor nonkonstruksi, sekaligus menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan di tengah geliat pembangunan nasional.
(Sumber : Bank Kalsel)














