Gubernur Kalsel Raih Penghargaan Nasional Pembina Terbaik Pengelolaan Sampah 2026

Wagub H. Hasnuryadi Sulaiman Saat Mewakili Gubernur Kalsel Menerima Penghargaan Nasional PembinaTerbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2026. - (Foto : Adetia Nafarin/Biro Adpim)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Kalsel, H. Muhidin, meraih penghargaan nasional sebagai Pembina Terbaik Kabupaten/Kota dalam Kinerja Pengelolaan Sampah Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar di Gedung Balai Kartini, Rabu (25/2/2026).

Penghargaan itu diterima oleh Wakil Gubernur Kalsel, Hasnuryadi Sulaiman, mewakili Gubernur H. Muhidin, bersama empat bupati se-Kalsel.

“Alhamdulillah, hari ini ulun mewakili Bapak Gubernur H. Muhidin menerima penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup atas keberhasilan beliau sebagai Pembina Terbaik menuju Kabupaten/Kota Bersih se-Kalsel,” ujar Hasnuryadi.

Wagub menegaskan, penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh kabupaten/kota di Kalsel untuk terus memperkuat komitmen menciptakan lingkungan bersih dan bebas sampah.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Banua mendukung program pengelolaan sampah sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah).

Pada peringatan Hari Sampah Nasional 2026, tercatat empat kabupaten di Kalsel menerima penghargaan, yakni Tanah Bumbu, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Tengah, dan Tabalong. Pemprov berharap tahun mendatang seluruh kabupaten/kota di Kalsel mampu meraih penghargaan serupa sebagai bukti komitmen bersama.

Dalam sambutannya, Menteri Hanif menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. Produksi sampah nasional mencapai 141 ribu ton per hari, menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan bersama.

Target pengelolaan sampah nasional tahun 2026 yang ditetapkan Bappenas sebesar 63 persen, meningkat signifikan dari capaian saat ini yang masih berada di angka 25 persen.

Selain itu, pemerintah menargetkan pada 2029 praktik open dumping di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) harus dihentikan. Saat ini masih terdapat 481 TPA di Indonesia yang menggunakan metode tersebut.

Rakornas Pengelolaan Sampah 2026 yang mengusung tema Kolaborasi untuk Indonesia ASRI turut menghadirkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih sebagai keynote speaker, di antaranya:

Zulkifli Hasan
Tito Karnavian
Wihaji
Riza Patria

Rakornas ini bertujuan mendorong percepatan penyelesaian persoalan sampah secara masif dari hulu hingga hilir, serta dihadiri para gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia.

Penghargaan yang diraih Gubernur H. Muhidin menjadi bukti nyata komitmen Kalimantan Selatan dalam mewujudkan daerah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

(Sumber : Adpim)