‎Target Pendapatan APBD Kalsel 2027 Berpotensi Tembus Rp 9 Triliun

Subhan Nor Yaumil, Kepala Bapenda kalsel sekaligus Anggota TAPD

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Selatan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menyepakati sementara target pendapatan daerah dalam Rancangan APBD 2027 sebesar Rp 8 triliun, naik sekitar Rp182 miliar dari target awal dalam nota sementara KUA-PPAS 2027 sebesar Rp7,812 triliun.

‎Banggar menilai target tersebut masih berpeluang meningkat hingga Rp 9 triliun melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), terutama dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB), serta potensi transfer dari pemerintah pusat.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalsel yang juga anggota TAPD, Subhan Noor Yaumil, mengatakan pemerintah optimistis mampu meningkatkan penerimaan dari sektor PBBKB.

“Kita optimistis bisa menambah pendapatan daerah, salah satunya dari sektor PBBKB yang selama ini terus menunjukkan peningkatan,” ujarnya, usai rapat BANGGAR DPRD Kalsel, belum lama tadi.

‎Menurut Subhan, pemerintah akan memberikan insentif kepada Wajib Pungut BBM dengan menurunkan tarif dari 10 persen menjadi 7,5 persen. Kebijakan ini diharapkan mendorong peningkatan volume pembelian BBM dan berdampak pada kenaikan penerimaan pajak daerah.

‎Pemprov Kalsel juga akan memperkuat pengawasan distribusi BBM bersama SKPD terkait dan aparat penegak hukum guna mencegah praktik under invoicing.

“Kami hanya memungut pajak berdasarkan data yang diterima. Karena itu, pengawasan lintas instansi diperlukan agar volume BBM yang dilaporkan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

‎Anggota Banggar DPRD Kalsel dari Fraksi Golkar, H. Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, mengingatkan agar optimalisasi pendapatan tidak hanya berfokus pada sektor yang dikelola Bapenda.

“Jangan hanya fokus pada sumber pendapatan di bawah kewenangan Bapenda. Masih banyak potensi pendapatan daerah yang bisa dioptimalkan,” tegasnya.

‎Usai pembahasan, Banggar dan TAPD menyepakati target sementara pendapatan daerah 2027 sebesar Rp 8 triliun, sementara pembahasan belanja daerah akan dilanjutkan pada rapat berikutnya.

‎Ketua TAPD Kalsel HM Syarifuddin menyebut target tersebut masih dinamis dan berpotensi meningkat.

“Pendapatan daerah sudah disepakati Rp8 triliun. Mudah-mudahan dalam perjalanan nanti bisa meningkat,” katanya.

‎Senada, Ketua DPRD Kalsel Supian HK optimistis pendapatan daerah dapat menembus Rp 9 triliun apabila transfer pemerintah pusat dan piutang daerah dapat direalisasikan.

“Alhamdulillah Banggar dan TAPD sudah sepakat di angka Rp 8 triliun. Mudah-mudahan pendapatan daerah bisa meningkat hingga Rp 9 triliun,” pungkasnya. (YUN)