JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Sebagai tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin untuk memperkuat ketahanan pangan melalui sinergi lintas sektor, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Ketahanan Pangan bersama Tim Tenaga Ahli Gubernur (TAG) Kalsel. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam menyelaraskan program daerah dengan kebijakan nasional sekaligus memperkuat pembangunan sektor pangan di Kalimantan Selatan.
Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan pihaknya terus mendukung arahan Gubernur dengan mengoptimalkan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan daerah.
“Program yang kami jalankan antara lain peningkatan produksi perikanan tangkap dan budidaya, rehabilitasi ekosistem pesisir, Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), pengembangan Haruan Estate dan Shrimp Estate, budidaya ikan gabus di UPTD PBKL Karang Intan, hingga pengolahan hasil perikanan bernilai tambah,” ujar Rusdi.

Menurutnya, berbagai program tersebut merupakan bentuk komitmen Dislautkan Kalsel dalam mendukung visi Gubernur H. Muhidin untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mengembangkan potensi kelautan dan perikanan secara berkelanjutan.
FGD ini bertujuan menghimpun perspektif teknis dan kebijakan dari perangkat daerah yang menjadi pelaksana utama program ketahanan pangan, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan. Masukan yang dihimpun diharapkan mampu mendukung stabilitas pasokan pangan, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat sistem pangan daerah.
Forum tersebut juga membahas berbagai isu strategis, mulai dari keberlanjutan sektor perikanan, perlindungan kawasan budidaya, peningkatan konsumsi ikan, penguatan keamanan produk olahan perikanan, hingga upaya pemberantasan praktik penangkapan ikan ilegal.
(Sumber : Dislautkan Kalsel)













