Meski Tanpa Hantu, Film “Lift” Tetap Mendominasi Festival Horor

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Film Lift membuktikan bahwa genre horor tidak selalu identik dengan kemunculan sosok hantu. Mengusung pendekatan berbeda, film ini justru meraih berbagai penghargaan dalam Festival Film Horor edisi Maret 2026.

Tak hanya dinobatkan sebagai Film Pilihan, Lift juga menyabet sejumlah kategori bergengsi lainnya. Di antaranya Sutradara Terpilih untuk Randy Chans, Pemeran Pria Terpilih untuk Alfie Affandi, Pemeran Wanita Terpilih untuk Ismi Melinda, serta Penata Kamera Terpilih untuk Risky Dwipanca.

Ketua Dewan Juri FFHoror, Ismail Uka-uka, menilai Lift menghadirkan pendekatan yang unik dalam genre horor.

“Ini film yang sangat unik. Lokasinya sangat terbatas, hanya di dalam lift, namun mampu membangun ketegangan melalui eksplorasi ruang dan emosi yang kuat,” ujarnya.

Film ini mengangkat cerita misteri masa lalu yang terungkap di ruang sempit sebuah lift, dengan fokus pada pembangunan suasana dan konflik emosional, tanpa mengandalkan elemen jumpscare atau kemunculan makhluk gaib.

Sementara itu, Ketua FFHoror, Chandra NZ, menyebut proses penjurian berlangsung cukup ketat mengingat banyaknya film horor yang bersaing.

“Dewan juri bahkan masih berdiskusi hingga menjelang sahur untuk menentukan pilihan terbaik. Ini proses yang cukup intens,” ungkapnya.

Selain pemberian penghargaan, FFHoror juga menggelar diskusi bertema Musik Horor yang Membumi: Membangun Vibes Horor Tanpa Kehadiran Setan, yang membahas pendekatan baru dalam membangun atmosfer horor.

Festival Film Horor sendiri rutin digelar setiap bulan sejak Desember 2025, dengan menilai film-film horor Indonesia yang tayang di bioskop dalam periode tertentu.

Menurut dewan juri, tingginya jumlah produksi film horor di Indonesia menjadi indikator berkembangnya industri sekaligus memberikan ragam pilihan bagi penonton.

“Setiap bulan setidaknya ada enam film horor baru yang kami nilai,” tutup Ismail. (Viz)