JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Xiaomi Corporation merilis laporan tahunan Environmental, Social, and Governance (ESG) 2025 yang menegaskan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan dan inovasi teknologi.
Dalam laporan kedelapan ini, Xiaomi menyoroti integrasi prinsip ESG dalam ekosistem pintar “Human × Car × Home”, mencakup pengembangan teknologi, tata kelola perusahaan, perlindungan data, serta upaya menghadirkan produk ramah lingkungan.
Sepanjang 2025, Xiaomi mengalokasikan dana riset dan pengembangan (R&D) sebesar RMB 33,1 miliar dengan dukungan lebih dari 25 ribu tenaga ahli. Perusahaan juga memperkuat kapabilitas kecerdasan buatan (AI) melalui pengembangan berbagai model besar, termasuk MiMo-V2-Pro yang masuk jajaran model AI teratas secara global.
Untuk memastikan pengembangan AI yang bertanggung jawab, Xiaomi mengadopsi prinsip “Trustworthy AI” yang mengedepankan aspek etika, keamanan, dan inklusivitas.
Xiaomi juga menegaskan komitmen terhadap perlindungan data pengguna melalui sertifikasi internasional seperti ISO 27001 dan ISO 27701. Sistem keamanan internal seperti MiTEE dikembangkan untuk menjaga data sensitif tetap berada di dalam perangkat pengguna.
Selain itu, Xiaomi menerapkan standar pemrosesan permintaan data pengguna (DSR) hanya dalam 15 hari, lebih cepat dari ketentuan global.
Dalam aspek lingkungan, Xiaomi mengedepankan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) pada seluruh siklus produk. Beberapa perangkat telah menggunakan material daur ulang, termasuk aluminium dan plastik post-consumer recycled.
Perusahaan juga mengembangkan teknologi hemat energi, seperti pengisi daya ultra-low standby power, serta mengurangi penggunaan material kemasan yang tidak ramah lingkungan.
Sepanjang 2025, lebih dari 2 juta smartphone berhasil didaur ulang melalui program trade-in Xiaomi yang kini telah menjangkau 24 negara.
Di sisi operasional, Xiaomi juga menekan emisi karbon melalui efisiensi produksi, penggunaan energi terbarukan, serta optimalisasi logistik rendah karbon. Upaya ini sejalan dengan target global pembatasan kenaikan suhu 1,5°C.
Melalui berbagai langkah tersebut, Xiaomi menegaskan komitmennya untuk menghadirkan inovasi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak positif bagi lingkungan serta masyarakat. (Viz)














