Komisi II Jadikan Industri Hijau DKI Jakarta Referensi Pengelolaan Limbah

Firman yusi saat pimpin komisi II DPRD Kalsel kunjungan kerja ke Dinas PPKUKM DKI Jakarta (Foto hmsdprdkalsel)

JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melakukan kunjungan kerja ke Dinas PPKUKM Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/6/2026), untuk mempelajari pengelolaan limbah berkelanjutan, khususnya minyak jelantah.

Kunjungan ini dimanfaatkan untuk menggali inovasi dan kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam mengelola limbah menjadi bernilai ekonomi sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, mengatakan awalnya pihaknya ingin mempelajari penanganan limbah rumah tangga dan industri kecil. Namun, mereka justru mendapat gambaran lebih luas tentang keberhasilan DKI Jakarta dalam mengembangkan industri hijau.

“Yang kami pelajari tidak hanya soal minyak jelantah, tetapi bagaimana DKI Jakarta membangun industri hijau berbasis pengelolaan limbah,” ujarnya.

Menurutnya, konsep tersebut mencakup pengolahan berbagai jenis sampah menjadi peluang usaha baru yang bernilai ekonomi.

Firman menilai keberhasilan itu didukung kolaborasi kuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam membangun ekosistem industri ramah lingkungan.

“Kolaborasi menjadi kunci. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga swasta dan komunitas terlibat aktif,” jelas sekretaris fraksi PKS DPRD Kalsel ini.

Ia menambahkan, pengalaman DKI Jakarta dapat menjadi referensi bagi Kalimantan Selatan dalam mengembangkan program serupa.

“Kami melihat ini bisa menjadi benchmark untuk Kalsel dalam membangun ekosistem kolaborasi dan mendorong lahirnya industri hijau di daerah,” pungkasnya.

Kunjungan tersebut diterima Kepala Seksi Industri Kreatif dan Digital Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Nuzula Dhina P. Ia mengapresiasi kunjungan tersebut sebagai sarana berbagi pengalaman dan memperkuat sinergi antardaerah.

Menurutnya, diskusi ini juga membuka wawasan baru terkait potensi pengembangan industri di Kalimantan Selatan dan diharapkan dapat melahirkan gagasan yang bisa diterapkan sesuai kebutuhan daerah. (YUN)