Kawal Rehabilitasi Mangrove di Tanah Laut, Dislautkan Kalsel Pastikan Program APBD 2026 Berjalan Optimal

Foto Bersama Jajaran Dislautkan Kalsel dengan Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalsel, dan Perkumpulan Berkah Mangrove Pagatan Besar Saat Melakukan Pendampingan Pengawasan Lapangan Rehabilitasi Mangrove di Tanah Laut. (Foto : Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH LAUT – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Provinsi Kalimantan Selatan melaksanakan pendampingan pengawasan lapangan terhadap kegiatan rehabilitasi mangrove dengan metode Tanam Mangrove Rumpun Berjarak di Kabupaten Tanah Laut, belum lama ini.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan rehabilitasi mangrove yang dilaksanakan melalui skema swakelola berjalan sesuai ketentuan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi pemulihan ekosistem pesisir.

Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan swakelola tipe III yang didanai melalui APBD Tahun Anggaran 2026 dan dilaksanakan bekerja sama dengan Perkumpulan Berkah Mangrove Pagatan Besar.

“Pendampingan ini kami lakukan untuk memastikan pelaksanaan rehabilitasi mangrove berjalan sesuai ketentuan, baik dari aspek teknis maupun administrasi. Kami ingin program ini benar-benar memberikan manfaat dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir Kalimantan Selatan,” ujar Rusdi.

Pendampingan dilakukan bersama Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setdaprov Kalimantan Selatan sebagai bagian dari Tim Pengawas Pelaksanaan Swakelola. Tim memastikan seluruh proses pelaksanaan kegiatan sesuai dengan regulasi dan standar yang telah ditetapkan.

Rusdi menambahkan, rehabilitasi mangrove merupakan salah satu upaya strategis dalam menjaga kawasan pesisir dari ancaman abrasi sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan dan habitat biota laut.

“Arahan Bapak Gubernur H. Muhidin sangat jelas, yakni menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui rehabilitasi mangrove secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen mengawal setiap tahapan kegiatan agar terlaksana secara optimal, akuntabel, dan memberikan manfaat jangka panjang,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir Kalimantan Selatan.

“Mari bersama kita jaga dan pulihkan ekosistem mangrove demi keberlanjutan lingkungan dan masa depan pesisir Kalimantan Selatan,” pungkas Rusdi.

(Sumber : Dislautkan Kalsel)