Kepala Dispersip Kalsel Dorong Pustakawan Jadi Navigator Informasi Masyarakat

Kepala Dispersip Kalsel Sri Mawarni saat menyampaikan sambutan pada pembukaan Bimtek Literasi Informasi Pustakawan. (Foto: Ih)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Provinsi Kalimantan Selatan, Sri Mawarni, mendorong bahwa pustakawan harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi digital, agar tetap relevan dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Pustakawan yang digelar dalam rangkaian Semesta Buku 2026 di Aula Kantor Dispersip Kalsel, Jalan A. Yani Kilometer 6 Banjarmasin, Rabu (1/7/2026), diikuti 100 pustakawan dari 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Sri Mawarni mengatakan, kemajuan teknologi telah mengubah cara masyarakat mengakses informasi. Namun, di balik kemudahan tersebut, penyebaran hoaks dan disinformasi juga semakin masif sehingga menuntut pustakawan memiliki kompetensi yang lebih baik.

“Kondisi ini menuntut pustakawan untuk berubah. Pustakawan tidak boleh hanya menjadi penjaga buku,” ujarnya.

Menurutnya, pustakawan kini dituntut menjadi agen literasi sekaligus navigator informasi yang mampu membantu masyarakat menemukan sumber informasi yang kredibel serta memanfaatkan teknologi digital secara bijak.

Ia mengajak seluruh peserta memanfaatkan bimtek sebagai sarana meningkatkan kapasitas dan memperkaya wawasan agar dapat diterapkan di perpustakaan masing-masing.

“Manfaatkan momentum ini untuk meningkatkan kompetensi, serap ilmu dari para narasumber, dan implementasikan keterampilan baru di perpustakaan masing-masing. Mari kita bangun ekosistem digital yang sehat di Kalimantan Selatan,” katanya.

Sri Mawarni berharap peningkatan kompetensi pustakawan akan berdampak pada semakin kuatnya budaya literasi di Kalimantan Selatan, sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi di era digital.

Bimtek menghadirkan Dosen Universitas Indonesia Muhammad Prabu Wibowo yang membahas penguatan literasi informasi serta kemampuan mengevaluasi sumber informasi di era digital dan kecerdasan buatan (AI) dan Dosen Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Bambang Prakoso, menyampaikan materi mengenai literasi abad ke-21 dan pentingnya budaya membaca untuk meningkatkan pengetahuan serta kesejahteraan masyarakat.

(Adv/Ang)