JURNALKALIMANTAN.COM, TANAH LAUT – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislautkan) Kalsel terus memperkuat ketahanan kawasan pesisir melalui program rehabilitasi mangrove di Desa Pagatan Besar dan Desa Sungai Bakau, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut, pada Tahun Anggaran 2026.
Program rehabilitasi ini menggunakan metode Sistem Rumpun Berjarak (Hybrid Engineering), yakni pendekatan yang mengombinasikan penanaman mangrove dengan rekayasa sipil teknis melalui pembangunan struktur fisik seperti pelindung ombak, perangkap sedimen, dan pelindung tanaman. Metode ini dinilai lebih efektif dalam memulihkan ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan keberhasilan pertumbuhan mangrove.
Sebanyak 34 unit penanaman dilaksanakan, terdiri dari 23 unit di Desa Pagatan Besar dan 11 unit di Desa Sungai Bakau. Setiap unit berisi 500 batang mangrove jenis Rhizophora sp., termasuk bibit sisipan untuk mengganti tanaman yang mati. Dengan demikian, total bibit yang ditanam mencapai 17.000 batang.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir sekaligus mendukung arahan Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, agar pembangunan daerah berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.
Kepala Dislautkan Kalsel, Rusdi Hartono, menegaskan rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis dalam memulihkan fungsi ekologis kawasan pesisir, mengurangi dampak abrasi, serta meningkatkan ketahanan wilayah terhadap perubahan iklim.
“Rehabilitasi mangrove ini merupakan upaya memulihkan ekosistem pesisir, memperkuat ketahanan wilayah pesisir, serta menjaga fungsi mangrove sebagai pelindung alami pantai dan habitat berbagai biota laut,” ujar Rusdi Hartono.
Ia menambahkan, keberadaan mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
Pelaksanaan rehabilitasi tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya pelestarian ekosistem mangrove.
Kegiatan ini dilaksanakan melalui mekanisme Swakelola Tipe III dengan Perkumpulan Berkah Mangrove Pagatan Besar sebagai pelaksana.
Melalui program ini, Dislautkan Kalsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan mangrove guna mewujudkan kawasan pesisir yang tangguh, ekosistem yang lestari, serta masa depan Kalimantan Selatan yang berkelanjutan.
(Sumber : Dislautkan Kalsel)













