JURNALKALIMANTAN.COM, JAKARTA – CEO Meta Mark Zuckerberg menolak usulan penghentian sementara atau perlambatan pengembangan kecerdasan buatan (AI) yang belakangan ramai dibahas di kalangan industri teknologi global.
Zuckerberg menilai mekanisme pasar serta tanggung jawab hukum sudah cukup menjadi pengendali utama dalam pengembangan teknologi tersebut. Menurutnya, perusahaan akan terdorong secara alami untuk menciptakan sistem AI yang aman dan sesuai kebutuhan pengguna.
Pernyataan ini merespons seruan sejumlah tokoh industri, termasuk CEO Anthropic Dario Amodei, yang sebelumnya mendorong perlambatan pengembangan AI karena kekhawatiran risiko jangka panjang. Usulan tersebut mendapat dukungan dari sejumlah eksekutif teknologi lain seperti pimpinan OpenAI dan xAI.
Namun, sikap berbeda ditunjukkan Zuckerberg yang menegaskan setiap laboratorium AI memiliki tanggung jawab masing-masing untuk menjaga keamanan tanpa perlu kesepakatan global memperlambat inovasi.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat juga menunjukkan sikap yang cenderung tidak mendukung perlambatan. Presiden AS Donald Trump menilai regulasi ketat justru dapat merugikan daya saing industri teknologi domestik terhadap negara lain.
Zuckerberg juga menjelaskan arah pengembangan Meta yang lebih fokus pada pemanfaatan komputasi untuk produk pengguna, bukan perlombaan menuju sistem AI yang dapat berkembang secara mandiri tanpa kontrol (recursive self-improvement).
Selain itu, Meta disebut tetap menerapkan evaluasi internal dan melibatkan pihak independen untuk memastikan pengembangan AI berjalan sesuai standar keamanan industri.
Pernyataan ini muncul di tengah sorotan terhadap industri teknologi, termasuk tekanan regulasi dan gugatan hukum yang masih dihadapi sejumlah perusahaan besar, termasuk Meta. (Viz)













