JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Kecelakaan maut terjadi di kawasan Bundaran KB, Jalan Sutoyo S, Banjarmasin Tengah, Senin (28/9/2026) malam, mengakibatkan seorang siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Banjarmasin tewas, setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan dengan _dump truck._
Korban diketahui berinisial ZA (17), siswi kelas XII. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Vespa Sprint seorang diri. Sementara sopir _dump truck_ yang terlibat kecelakaan diketahui berinisial AB (25), yang langsung diamankan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, sekitar satu jam setelah kejadian.
Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas AKP Embang Pramono mengatakan, pemeriksaan terhadap sopir dan sejumlah saksi masih dilakukan.
“Kita masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pasti kronologis kejadian,” ujarnya, Selasa (29/9).
Polisi juga mengamankan kedua kendaraan yang terlibat sebagai barang bukti. Olah tempat kejadian perkara dan pengumpulan keterangan saksi turut dilakukan, untuk mengungkap secara utuh peristiwa tersebut.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.30 Wita. Sebelum kejadian, ZA diduga baru pulang dari tempat bimbingan belajar di kawasan Jalan Sutoyo S., dan kemudian melaju menuju Jalan S. Parman.
Saat memasuki tikungan di sekitar Bundaran KB, sepeda motor korban terlibat kecelakaan dengan _dump truck_ yang melaju dari arah yang sama.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengaku tidak melihat langsung detik-detik kecelakaan. Mereka mengetahui kejadian setelah mendengar suara benturan keras.
Seorang juru parkir yang berada tak jauh dari lokasi, mengaku langsung mendatangi tempat kejadian setelah mendengar suara benturan.
“Saya tidak melihat persis bagaimana kejadiannya, karena sudah sedikit melewati tikungan. Saya tahu karena mendengar bunyi benturan, langsung kami berlari,” tuturnya.
Warga kemudian mendapati sepeda motor korban mengalami kerusakan pada bagian belakang. _Dump truck_ yang terlibat kecelakaan juga masih berada di lokasi.
Keterangan serupa disampaikan Badar (48), sukarelawan pengatur lalu lintas di pertigaan tak jauh dari lokasi. Ia mengaku tidak melihat langsung kecelakaan, karena sedang mengatur arus lalu lintas.
“Saya berdiri di tengah pertigaan dan terlindung Tugu KB itu. Tahu setelah mendengar bunyi benturan, dan melihat ada truk juga di sana,” ujarnya.
Hingga kini, polisi belum menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut.
(Tius/Ahmad M)













