Kualitas Udara Banjarbaru Sempat Berbahaya Akibat Kabut Asap

Grafik kualitas udara di kota Banjarbaru oleh BMKG

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Kualitas udara di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mengalami fluktuasi pada Rabu (19/8/2026) akibat kabut asap yang dipicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Berdasarkan data pemantauan di laman resmi BMKG, kualitas udara pada pukul 05.00 hingga 08.00 WITA berada pada kategori berbahaya dengan konsentrasi partikulat halus (PM2.5) yang tinggi.

Pada pukul 09.00 WITA, kondisi udara membaik, tetapi masih dalam kategori sangat tidak sehat. Konsentrasi PM2.5 tercatat sekitar 178,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Memasuki pukul 10.00 hingga 12.00 WITA, kualitas udara kembali membaik dan berada pada kategori sedang.

Kabut asap telah menyelimuti Banjarbaru dalam beberapa hari terakhir dan cenderung lebih pekat pada pagi hari. Kondisi serupa juga terpantau di sekitar Bandara Syamsuddin Noor yang mengalami penurunan jarak pandang.

PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk hingga ke paru-paru. Paparan dalam konsentrasi tinggi berisiko mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara memburuk, menggunakan masker, serta menjaga kondisi kesehatan.

Potensi kabut asap masih dapat terjadi seiring musim kemarau yang membuat lahan kering dan mudah terbakar. (Viz)