JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pameran perumahan terbesar di Kalimantan Selatan, REI Kalsel Expo 2026, resmi dibuka di Duta Mal Banjarmasin, Rabu (12/8/2026). Expo berlangsung hingga Minggu (16/8/2026) dengan melibatkan 41 pengembang, tujuh perbankan, serta tujuh perusahaan pendukung sektor properti.

Ketua Panitia REI Kalsel Expo 2026, H Irwansyah, mengatakan kegiatan yang telah digelar sejak 2006 ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi dan kemudahan memperoleh hunian.
Sementara itu, Ketua DPD REI Kalsel, H Ahyat Sarbini, mengatakan REI Kalsel menargetkan pembangunan 10 ribu hingga 13 ribu unit rumah sepanjang 2026.
“Kami tetap optimistis dalam pameran ini bisa mencapai angka tersebut,” ujarnya.
Ahyat juga berharap pemerintah mempertimbangkan penyesuaian harga rumah subsidi seiring meningkatnya harga bahan bangunan.
Dukungan juga disampaikan Pemprov Kalsel. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kalsel, Rahmayanti Janoezir Pamuntjak, menyebut REI Kalsel Expo dapat membantu menekan backlog perumahan yang saat ini mencapai 12,95 persen atau sekitar 160 ribu rumah tangga.
“Pemerintah daerah sangat mendukung REI Kalsel Expo karena ini dapat menurunkan backlog. Kami berharap masyarakat berpenghasilan rendah terus terbantu melalui pembiayaan FLPP dan berbagai program perumahan,” katanya.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengatakan kenaikan harga material menjadi perhatian pemerintah dan aspirasi pengembang akan menjadi bahan pembahasan.
Ia menegaskan program rumah subsidi tetap berjalan dengan bunga pembiayaan 5 persen hingga kredit lunas.
Heru juga menyebut penjualan rumah di Kalsel tahun sebelumnya mencapai sekitar 11.200 unit, menempatkan Kalsel di peringkat ketujuh nasional. Sekitar 70 persen di antaranya diperkirakan merupakan penjualan anggota REI Kalsel.
REI Kalsel Expo 2026 diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendorong pertumbuhan sektor properti dan perekonomian daerah.
(Ian)













