Kalsel Expo 2026 Resmi Ditutup, Transaksi Capai Lebih dari Rp20 Miliar

Gubernur Kalsel H. Muhidin saat menyanpaikan sambutan pada penutupan Kalsel Expo 2026, Senin (17/8) malam. (Foto: Ist)

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU — Kalsel Expo 2026 resmi berakhir setelah mencatat transaksi lebih dari Rp20 miliar dan jumlah pengunjung mencapai sekitar 1,27 juta orang selama enam hari pelaksanaan.

Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin didampingi Ketua TP PKK Kalsel Hj. Fathul Jannah Muhidin menutup secara resmi Kalsel Expo 2026 di Kompleks Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalsel, Senin (17/8/2026) malam.

Penutupan turut dihadiri Wakil Gubernur Kalsel H. Hasnuryadi Sulaiman, Ketua BKOW Kalsel drg. Ellyana Trisya Hasnuryadi, Ketua DPRD Kalsel Supian HK, Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr. Rosyanto Yudha Hermawan, Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Noviar, jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel H. Muhammad Syarifuddin, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin, pimpinan instansi vertikal, pelaku usaha, serta peserta expo.

Kalsel Expo 2026 digelar sejak 12 Agustus sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-76 Provinsi Kalsel. Kegiatan ini menjadi ruang promosi produk daerah sekaligus mempertemukan pelaku UMKM, masyarakat, dan dunia usaha.

Sebanyak 325 stan ambil bagian dalam expo tersebut, termasuk 100 stan UMKM yang menawarkan beragam produk unggulan Banua.

Dalam sambutannya, Gubernur H. Muhidin mengapresiasi panitia, event organizer, peserta, dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan Kalsel Expo 2026.

Menurutnya, tingginya nilai transaksi menunjukkan bahwa expo memiliki potensi besar sebagai sarana promosi sekaligus membuka pasar bagi produk daerah.

“Penjualan selama Expo totalnya lebih dari Rp20 miliar,” ujar H. Muhidin.

Ia menilai transaksi tersebut menjadi bukti bahwa produk Banua memiliki peluang pasar yang besar, mulai dari kendaraan, alat berat, hingga berbagai produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Karena itu, H. Muhidin mendorong agar kegiatan serupa dapat lebih sering digelar dengan melibatkan instansi pemerintah, dunia usaha, dan pelaku UMKM.

Pemprov Kalsel, lanjutnya, juga siap memberikan ruang bagi instansi maupun pihak lain yang ingin menggelar expo di kawasan perkantoran pemerintah daerah.

“Mari kita bersama-sama menghidupkan UMKM dan kulineran yang ada di Kalsel,” tegasnya.

Gubernur juga mengapresiasi sinergi Forkopimda Kalsel yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan dalam mendukung berbagai program pembangunan di Banua.

“Inilah bukti kekompakan yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel H. Ahmad Bagiawan melaporkan, total transaksi Kalsel Expo 2026 mencapai lebih dari Rp20 miliar.

Dari laporan transaksi, tercatat nilai penjualan sekitar Rp19,33 miliar. Nilai tersebut kemudian bertambah dari penjualan satu unit ekskavator senilai sekitar Rp1,3 miliar dan dua unit mobil listrik dengan nilai sekitar Rp600 juta.

Selain transaksi, tingginya animo masyarakat juga terlihat dari jumlah pengunjung. Selama enam hari penyelenggaraan, sekitar 1.278.000 orang tercatat mengunjungi Kalsel Expo 2026.

“Selama enam hari, sekitar 1.278.000 orang berkunjung ke Kalsel Expo,” kata Ahmad Bagiawan.

Ia menyebut masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan tahun ini. Hal tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan expo pada tahun mendatang.

“Kekurangan yang ada akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan tahun depan,” ujarnya.

Pada malam penutupan, panitia juga mengumumkan pemenang berbagai lomba stan dan kegiatan pendukung Kalsel Expo 2026.

Untuk kategori SKPD Provinsi, juara pertama diraih Bapenda Kalsel, disusul Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kalsel serta Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalsel. Sementara stan terfavorit diraih Dinas Kominfo Kalsel.

Kategori Kabupaten/Kota menempatkan Tanah Bumbu sebagai juara pertama, diikuti Kotabaru dan Hulu Sungai Utara.

Korem 101/Antasari menjadi juara pertama kategori Instansi Vertikal, disusul Lanud Syamsudin Noor dan Polda Kalsel.

Untuk kategori BUMN, Bank Kalsel meraih juara pertama, diikuti Bank BSI dan PT PLN. Sementara kategori perusahaan swasta dimenangkan PT Arutmin Indonesia, PT Adaro Indonesia, dan Hutan Rindang Banua.

Kategori Organisasi Sosial/Profesi menempatkan Dekranasda Tapin sebagai juara pertama, disusul Dekranasda HSS dan PKK Kalsel.

Adapun lomba pendukung meliputi lomba memasak yang dimenangkan Dinas ESDM Kalsel, turnamen Esport oleh Tim OPR, lomba menggambar oleh Safira Talita Arumi, dan lomba mewarnai oleh Dinara Nabila.

Penyerahan hadiah oleh Gubernur H. Muhidin menjadi bagian akhir rangkaian Kalsel Expo 2026. Kegiatan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi terus berkembang sebagai wadah promosi produk lokal, memperluas akses pasar, dan membuka peluang usaha bagi masyarakat serta UMKM Banua.

(Adv/Adpim)