JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin meniadakan sejumlah rangkaian kegiatan Hari Jadi ke-500 Banjarmasin yang bersifat hiburan dan kemeriahan. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat yang tengah menghadapi berbagai persoalan.
Wali Kota H. Muhammad Yamin HR mengatakan, keputusan itu berkaitan dengan sejumlah kondisi, mulai dari kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan, gangguan kualitas udara dan kesehatan, kekeringan, serta persoalan ketersediaan air bersih, hingga musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8.
“Ini bukanlah keputusan yang mudah. Kami sangat memahami ada banyak sekali pihak yang sudah bekerja dalam rangka mempersiapkan diri, bahkan menggantungkan harapan pada rangkaian kegiatan tersebut,” katanya melalui tayangan video resmi.
Wali Kota menjelaskan, karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, khususnya Kalsel, turut berdampak terhadap aktivitas masyarakat Banjarmasin.
“Kejadian ini diiringi dengan timbulnya penyakit gangguan pernapasan yang sangat mengganggu seluruh aktivitas warga Kota Banjarmasin, mulai dari pelajar, sampai masyarakat yang bekerja di Banjarmasin,” ujarnya.
Selain persoalan kualitas udara, Yamin juga menyinggung kondisi kekeringan dan perubahan kadar air baku menjadi asin yang berdampak terhadap ketersediaan air bersih.
Kondisi tersebut, lanjutnya, tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga, tetapi juga berdampak terhadap sejumlah sektor, termasuk pertanian, perkebunan, dan perikanan.
Pertimbangan lainnya adalah musibah tenggelamnya KM Virgo Transport 8 yang hingga kini masih menjadi perhatian, seiring proses pencarian dan penanganan korban.
“Masih ada keluarga yang sampai hari ini menunggu kabar, masih berharap orang yang mereka cintai dapat ditemukan dan kembali pulang,” kata Wali Kota.
Atas keputusan tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan rangkaian Hari Jadi, termasuk para pelaku usaha dan pihak lainnya yang berpotensi terdampak.
Namun Yamin menegaskan, peniadaan kegiatan hiburan dan kemeriahan tidak mengurangi makna perjalanan panjang Banjarmasin yang telah mencapai usia 500 tahun.
“Sebuah kota tidak hanya menjadi besar karena sebuah kemeriahan perayaannya, sebuah kota menjadi besar karena hati seluruh masyarakatnya,” ujarnya.
Wali Kota mengajak masyarakat menjadikan momentum hari jadi sebagai kesempatan untuk menunjukkan empati dan kepedulian kepada para korban, keluarga yang ditinggalkan, mereka yang masih dalam pencarian, serta petugas dan relawan yang bekerja di lapangan.
“Banjarmasin telah genap berusia 500 tahun. Sejarahnya tidak menjadi lebih kecil hanya karena tidak memilih untuk merayakannya,” katanya.
Yamin menekankan pentingnya solidaritas masyarakat, dalam menghadapi berbagai situasi yang terjadi saat ini.
“Ada waktunya merayakan, ada waktunya saling menguatkan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Ichrom Muftezar menjelaskan, di antara kegiatan yang ditiadakan di antaranya Bakul Fest, Book Fair, Bamara Fair, Job Fair, hiburan rakyat, hingga tabligh akbar.
“Puncaknya nanti sederhana saja, ziarah ke makam Sultan Suriansyah, dan rapat paripurna di DPRD. Itu mungkin sudah cukup untuk memperingati dan merayakan Hari Jadi ke-500 tahun Kota Banjarmasin,” katanya usai upacara, Kamis (17/9/2026).
(Ih/Ahmad M)













