Bang Atak Minta BPBD Kalsel Percepat Penanganan Karhutla HST

Anggota komisi III DPRD Kalsel Fraksi partai Golkar, Athaillah Hasbi

JURNALKALIMANTAN.COM, HULU SUNGAI TENGAH – Kabut asap pekat menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Athailah Hasbi atau Bang Atak, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel memberikan perhatian serius dan mempercepat penanganan karhutla.

“Sudah tiga hari kabut asap sangat pekat menyelimuti HST dan sekitarnya. Ini berdampak pada aktivitas masyarakat,” ujar Bang Atak, Kamis (17/9/2026).

Menurut politisi Partai Golkar itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan BPBD kabupaten. Pemerintah provinsi perlu memperkuat dukungan berupa peralatan, personel dan anggaran.

“BPBD kabupaten masih terbatas dari sisi peralatan, personel dan anggaran,” katanya.

Bang Atak menyebut sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi karhutla, di antaranya Desa Awang Semanggi, Kecamatan Batang Alai Utara (Batara), yang berbatasan dengan Desa Pulau Damar, Kecamatan Banjang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Titik lainnya berada di Desa Tandilang dan Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur. Sementara di Kecamatan Labuan Amas Utara, karhutla terjadi di sekitar Desa Mantaas, Pahalatan dan Tabat.

“Kondisi kabut asap hari ini sangat terasa. Kami minta respons cepat dan dukungan dari provinsi,” tegasnya.

Selain BPBD Provinsi Kalsel, Bang Atak berharap Forkopimda Kalsel memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menangani titik-titik karhutla dan mencegah dampak kabut asap meluas. (YUN)