Athaillah Hasbi: Gabsi Kalsel Siapkan Liga Bridge Pelajar 2027

Ketua Umum Pengprov Gabsi Kalsel, Athaillah Hasbi saat memberikan sambutan di rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Gabsi Kalsel di Hotel Aeris, Banjarbaru

JURNALKALIMANTAN.COM, BANJARBARU – Pengurus Provinsi Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Pengprov Gabsi) Kalimantan Selatan menyiapkan Sirkuit Liga Bridge Siswa dan Mahasiswa se-Kalsel sebagai salah satu program utama pada 2027.
‎
‎Program tersebut dibahas dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Gabsi Kalsel di Hotel Aeris, Banjarbaru, yang dihadiri perwakilan 11 dari 12 pengurus daerah (Pengda) kabupaten/kota. Pengda Tanah Bumbu belum terbentuk.
‎
‎Ketua Umum Pengprov Gabsi Kalsel, Athaillah Hasbi, mengatakan program 2027 juga mencakup pembinaan atlet junior, pelatihan pelatih dan wasit, serta pemassalan olahraga bridge.
‎
‎“Fokus kami pada 2027 adalah pembinaan atlet junior, pelatihan pelatih dan wasit, serta pemassalan bridge,” ujarnya, di Banjarbaru, Ahad (25/10/2026).
‎
‎Dalam Rakerprov tersebut, peserta membahas pelaksanaan Liga Bridge Siswa dan Mahasiswa Nasional (LBSMN), termasuk pengaturan kelompok usia, materi pertandingan, dan jadwal kompetisi. Universitas Lambung Mangkurat (ULM) juga diusulkan menjadi salah satu lokasi kegiatan.
‎
‎Untuk pembinaan atlet junior, setiap Pengda didorong melaksanakan LBSMN dan menunjuk penanggung jawab (PIC) yang berkoordinasi dengan panitia Pengprov. Jika jumlah peserta pada setiap jenjang belum mencukupi, pertandingan dapat digabungkan dalam satu kelompok.
‎
Menurut Anggota DPRD Kalsel fraksi partai Golkar, ‎Gabsi Kalsel juga menargetkan penyelenggaraan minimal dua kejuaraan dalam setahun. Kabupaten Tabalong merencanakan turnamen pada Oktober 2027, sedangkan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) juga berencana menggelar kejuaraan dengan dukungan Pengprov Gabsi dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
‎
‎Selain itu, Divisi IV ALRI direncanakan menjadi agenda kejuaraan pada Mei 2027. Pengprov Gabsi Kalsel juga akan mengupayakan audiensi dengan para bupati untuk membahas dukungan pembiayaan bersama.
‎
‎“Kejuaraan akan kami dorong rutin, disertai pelatihan dan promosi melalui media sosial,” kata Athaillah.
‎
‎Melalui program tersebut, Gabsi Kalsel berharap minat pelajar dan mahasiswa terhadap olahraga bridge meningkat, sekaligus memperkuat regenerasi atlet di daerah. (YUN)