Anggota DPRD Kalsel Dukung Pemekaran Kambatanglima Kotabaru

Kotabaru minta dimekarkan
Muhammad Yani Helmi saat melaksanakan reses di Kotabaru

JURNALKALIMANTAN.COM, KOTABARU – Pemekaran di Kotabaru daratan, yang diberi nama Kambatanglima, mendapat dukungan penuh Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Yani Helmi, saat dengar pendapat dan menyerap aspirasi langsung masyarakat di sepuluh desa di Kecataman Pamukan Utara.

“Agar pembangunan merata, insfrastruktur bisa lebih cepat dibangun, Kotabaru daratan harus dimekarkan,” ujar Yani Helmi, usai melaksanakan reses, Rabu (28/10/2020).

Dari hasil aspirasi yang didengarkannya di titik desa pertama hingga desa terakhir, ia mendukung 100% wacana hadirnya kabupaten baru, untuk menaungi 12 kecamatan di Bumi Saijaan tersebut.

“Dengan adanya pemekaran yang diberi nama Kambatanglima ini, pembangunan diharapkan cepat berkembang, baik dari sisi kesejahteraan, potensi sumber daya alam dan manusianya,” paparnya.

Wakil rakyat yang kerap disapa Paman Yani ini menjelaskan, kepentingan permintaan pemekaran kabupaten baru ini, semata-mata hanya untuk rakyat.

“Harapan ke depannya, siapapun bupati yang terpilih nanti, setidaknya didukung dan dibantu, agar langkah serta keinginan seluruh masyarakat di wilayah tersebut bisa terealisasi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bepara, Suparmansyah mengatakan, bahwa daerahnya sudah sangat siap dimekarkan. Mengingat, salah satu alasannya, yakni akses jalan dan infrastruktur tidak tersentuh sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Kotabaru.

“Selain juga jaraknya cukup jauh dan membutuhkan waktu lama untuk bisa mencapai pusat kota kabupaten, maka, salah satunya agar infrastruktur lebih cepat berkembang, harus ada pemekaran wilayah,” ujarnya usai mengikuti reses di Balai Desa.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dusun Desa Manunggul Lama, Harlianus Tatah. Menurutnya, dengan akan adanya pemekaran kabupaten baru, pihaknya bisa menghemat tenaga dan mengefisiensi pengeluaran mereka, karena tidak perlu lagi jauh-jauh ke pusat Kotabaru.

“Yang kami pikirkan, untuk mengurus berkas atau urusan lainnya kalau sudah pemekaran, bisa lebih mudah dan tidak jauh lagi. Karena kalau harus ke perkotaannya, akan memakan waktu 6 jam perjalanan, sehingga membuat kami harus menginap di sana,” tandasnya.

Ia juga menyebutkan, bahwa wilayah yang meliputi industri, perdagangan, pelabuhan, perikanan, hingga perkebunan dan peternakan pun telah disiapkan sepenuhnya.

“Yang pasti semuanya sudah kita blok, sehingga seluruh sektornya bisa disesuaikan,” imbuhnya.

Editor : Ahmad MT